KETIK, JAWA TIMUR – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, meminta seluruh pihak melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu menyusul 664 orang yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG di Sidoarjo.
Menurut Khofifah, evaluasi tidak hanya perlu dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi juga mencakup seluruh tahapan pelaksanaan MBG, mulai dari pemilihan bahan makanan, proses pengolahan hingga distribusi kepada penerima manfaat.
"Jadi memang kita harus terus berbenah, semua lini harus melakukan monitoring dan pengawasan sekaligus merekomendasikan tidak hanya kepada BGN tetapi juga kepada SPPG setempat," kata Khofifah, Kamis, 3 September 2026.
Khofifah menyebut ketepatan waktu distribusi menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Ia mengatakan, makanan yang dimasak dalam waktu yang sama tidak otomatis memiliki tingkat keamanan yang sama apabila waktu pengirimannya berbeda.
"Ini kasusnya dimasak bersama dengan format yang sama. Yang pengirimannya relatif lebih awal itu aman. Tapi yang pengirimannya terlambat ini yang kemudian menjadikan masalah," ungkapnya.
Ia menjelaskan makanan yang selesai dimasak sekitar pukul 05.00 WIB dan segera dikirim untuk dikonsumsi sekitar pukul 07.00 WIB masih berada dalam kondisi aman. Namun, semakin lama jeda antara proses memasak, pengiriman dan konsumsi, risiko masalah dapat meningkat.
"Dari 27 itu, 24 insyaallah clear pagi ini bisa pulang, yang 3 nunggu observasi lagi, tapi mudah-mudahan sore juga bisa pulang jadi Insya Allah mereka sudah dalam kondisi baik," ungkapnya.
Para korban di RSI Siti Hajar sebelumnya mengalami keluhan seperti mual dan pusing. Dari 27 pasien yang dirawat, 24 dinyatakan sudah membaik dan diperbolehkan pulang, sedangkan tiga pasien masih menjalani observasi.
Khofifah mengatakan seluruh korban, baik yang dirawat di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya, diharapkan segera pulih.
"Anak-anak yang dirawat juga mudah-mudahan terus sehat, semua rumah sakit yang memberikan penanganan kami menyampaikan terima kasih," ucapnya.
Berdasarkan data per 2 September 2026 pukul 22.00 WIB, total terdapat 664 korban yang mendapatkan perawatan medis. Sebanyak 77 pasien menjalani perawatan di rumah sakit, 581 pasien menjalani rawat jalan, dan enam pasien masih dalam observasi.
Seluruh korban diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG yang berasal dari SPPG Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
Sementara itu, Priani (43), ibu salah satu pasien, Muhammad Zaidan Maulana, mengapresiasi perhatian Khofifah kepada para korban. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Alhamdulillaah saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah atas perhatiannya terhadap anak-anak yang tertimpa musibah, senanglah kami dapat perhatian dari pemimpin Jawa Timur, mudah-mudahan jangan terulang lagi, ini yang terakhir," ucapnya. (*)
