KETIK, MALANG – Thursina International Boarding School (IIBS) menyelenggarakan Grand Launching Center of Excellence (CoE) di Harvard Hall, Female Campus Thursina IIBS pada Selasa, 3 November 2026. Kegiatan ini mengukuhkan komitmen Thursina IIBS dalam mengembangkan pendidikan Islam yang unggul melalui penguatan research, innovation, dan continuous improvement.
Momentum penting ini dihadiri oleh Chairman Thursina IIBS, Dr. H. Muhammad Ali Wahyudi; CEO Thursina IIBS, Nur Abidin, Ed.D.; serta sejumlah Senior Advisors, di antaranya Prof. Drs. H. Burhanuddin, M.Ed., Ph.D., Guru Besar Universitas Negeri Malang; Dr. Farhan Muntafa, M.Stat.; dan Prof. Dr. Bakhruddin Fannani, M.A.
Turut hadir sejumlah profesor, akademisi, dan pimpinan perguruan tinggi, di antaranya Prof. Dr. Nasrulloh, Lc., M.Th.I.; Dr. Hamiddin, S.Pd., M.Pd., Dekan FKIP Universitas Islam Malang; Dr. Kurniasih, S.Pd., M.A., Wakil Dekan I FKIP Universitas Islam Malang; Dr. Nawang Warsi W., S.Psi., M.Si., Psikolog, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Merdeka Malang; Zulfikar Yusuf, M.Pd.I., Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang; Dr. Eng. Leny Yuliati, S.Si., M.Eng.
Selain itu, Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi Universitas Ma Chung; Prof. Dr.Eng. Mokh. Sholihul Hadi, S.T., M.Eng., Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si., Ph.D., Ketua Pusat Sains dan Rekayasa LP2M Universitas Negeri Malang; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., Ketua Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Brawijaya; serta Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, S.T., M.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., Head of Quality Assurance Unit, Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Kegiatan ini juga dihadiri jajaran direksi dan manajemen Thursina IIBS.
Grand Launching Center of Excellence menjadi strategic milestone dalam memperkuat komitmen Thursina sebagai lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren yang unggul dan berstandar internasional.
Melalui pengembangan research-based innovation, evidence-based practices, dan strategic collaboration dengan berbagai perguruan tinggi, Thursina berupaya membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Memperkuat Visi dan Budaya Riset Thursina
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, CEO Thursina IIBS, Nur Abidin, Ed.D., mengajak para undangan untuk merefleksikan perjalanan dan arah pengembangan institusi melalui Thursina Roadmap ke depannya.
Kandidat program Doctor of Education dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, ini mengungkapkan bahwa lebih dari 500 institusi telah melakukan studi banding ke Thursina dalam lima tahun terakhir. Capaian tersebut mencerminkan besarnya perhatian terhadap berbagai inovasi dan praktik pendidikan yang telah dikembangkan Thursina.
Berangkat dari perjalanan tersebut, beliau menegaskan pentingnya keberadaan Thursina Excellence Institute (TEXIN) sebagai penggerak Leading and Distinctive Innovations, yakni pengembangan inovasi pendidikan yang unggul dan memiliki karakteristik khas Thursina.
Melalui Research and Practices Bridge, TEXIN diharapkan mampu menjembatani hasil penelitian dengan praktik pendidikan dan kebutuhan profesional di lapangan. Sementara itu, prinsip Accountability and Informed Decisions menjadi landasan untuk memperkuat akuntabilitas institusi serta mendorong pengambilan keputusan berbasis data, bukti ilmiah, dan evaluasi yang terukur.
Perspektif tersebut turut diperkuat oleh Senior Advisor TEXIN, Prof. Drs. H. Burhanuddin, M.Ed., Ph.D., yang menyoroti pentingnya membangun tradisi penelitian sejak jenjang pendidikan sekolah. Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang ini menekankan bahwa keberadaan pusat riset yang terstruktur merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan budaya akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang berkelanjutan.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa pengembangan Center of Excellence tidak hanya berorientasi pada pembentukan unit kelembagaan, tetapi juga pada penguatan ekosistem yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan, penelitian, dan praktik pendidikan secara berkesinambungan.
TEXIN sebagai Penggerak Keunggulan Institusi
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan arah pengembangan tersebut, Chief of Thursina Excellence Institute (TEXIN), Hilmia Wardani, M.Pd., memaparkan peran TEXIN sebagai unit strategis yang bertanggung jawab mengembangkan dan mengakselerasi keunggulan institusi melalui tiga pilar utama, yakni Quality Assurance, Research, dan Center Development.
“Ketiga pilar tersebut memiliki peran yang saling terintegrasi. Quality Assurance berfokus pada pengembangan dan penerapan sistem manajemen mutu untuk memastikan konsistensi standar dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan," jelas Hilmia.
"Research diarahkan untuk membangun budaya riset serta menghasilkan evidence, knowledge, dan rekomendasi strategis sebagai dasar pengambilan keputusan. Sementara itu, Center Development berperan menginisiasi dan memperkuat Centers of Excellence sebagai pusat keahlian, inovasi, pengembangan best practices, dan peningkatan kapasitas strategis Thursina IIBS,” imbuhnya.
Melalui integrasi ketiga pilar tersebut, TEXIN diharapkan mampu memastikan bahwa berbagai inovasi dan program pengembangan institusi tidak hanya berjalan secara sistematis, tetapi juga didukung oleh hasil penelitian, standar mutu yang terukur, serta praktik pendidikan yang dapat terus disempurnakan.
Kembangkan Research-Based Practices melalui Centers of Excellence
Penguatan budaya riset dan pengembangan pusat keunggulan tersebut dijabarkan lebih lanjut dalam sesi Research at Thursina: Framework, Roadmap & Procedures yang disampaikan oleh Research Manager, Ratu Fatimah, Ph.D.
Thursina International Boarding School (IIBS) menyelenggarakan Grand Launching Center of Excellence (CoE) di Harvard Hall, Female Campus Thursina IIBS pada Selasa, 3 November 2026. (Foto: Thursina IIBS)
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan peran strategis Research & Center Development (RCD) TEXIN yang mencakup tiga fokus utama, yakni Research Strategy & Capacity Building, Research Management & Governance, serta Center of Excellence Development.
Melalui fokus Research Strategy & Capacity Building, RCD TEXIN berperan menyusun strategi, research tree, roadmap, dan prioritas penelitian sekaligus memperkuat kapasitas serta budaya riset di lingkungan Thursina.
Sementara itu, Research Management & Governance diarahkan pada pengelolaan proses pengajuan, seleksi, penilaian kelayakan, monitoring, dan evaluasi penelitian untuk memastikan kualitas ilmiah, kepatuhan etik, serta relevansi hasil penelitian.
Adapun melalui Center of Excellence Development, RCD TEXIN memberikan arah strategis dan pengawasan terhadap pengembangan pusat-pusat keunggulan, termasuk dalam mendorong lahirnya inovasi serta implementasi best practices yang mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan tujuh Centers of Excellence yang telah diresmikan, yakni Qur’an Education Academy (QEA), Dormitory Management System (DMS), Foreign Language Academy (FLA), International Curriculum and Assessment (ICA), Student Learning Assistance (SLA), Center for International Affairs (CIA), dan Holistic Management System (HMS).
Ketujuh pusat keunggulan tersebut memiliki fokus pengembangan yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam memperkuat kualitas pendidikan dan layanan Thursina.
Melalui pendekatan berbasis riset dan inovasi, setiap center diharapkan mampu mengembangkan keahlian, menghasilkan praktik unggulan, serta menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan institusi.
Salah satu gambaran konkret implementasi pendekatan tersebut ditampilkan melalui sesi CoE Research Showcase: Understanding Students' Emotional Needs yang disampaikan oleh Dr. Farhan Muntafa, M.Stat. Dalam sesi ini, ia mengulas hasil penelitian mengenai kebutuhan emosional santri Thursina IIBS melalui pendekatan tangki cinta.
Penelitian ini menyoroti lima bentuk kebutuhan afeksi santri, yakni Receiving Gifts, Physical Touch, Words of Affirmation, Quality Time, dan Acts of Service. Melalui pengukuran kesenjangan antara kasih sayang yang dibutuhkan (Need) dan yang diterima (Received), atau disebut Love Gap, Thursina berupaya mengembangkan sistem pendampingan yang lebih terarah.
Pemaparan tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya memahami kebutuhan emosional santri sebagai bagian dari pengembangan layanan pendidikan dan pendampingan yang lebih responsif, personal, dan berbasis bukti.
Sesi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana hasil penelitian dapat menjadi sumber pengetahuan dan pertimbangan dalam menyempurnakan praktik pendidikan di lingkungan Thursina.
Refleksi Perjalanan dan Visi Besar Thursina
Menjelang prosesi peresmian, Chairman Thursina IIBS, Dr. H. Muhammad Ali Wahyudi, menyampaikan refleksi mengenai pentingnya membangun tradisi keilmuan dan budaya riset sebagai fondasi kemajuan pendidikan.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi akademik yang besar, tetapi penguatan budaya penelitian masih menjadi tantangan yang perlu dijawab bersama, termasuk oleh lembaga pendidikan Islam.
Oleh karena itu, kehadiran TEXIN dan pengembangan Centers of Excellence menjadi bagian dari ikhtiar Thursina dalam membangun budaya keilmuan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan institusi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Ia berharap penguatan riset dan inovasi di Thursina dapat menjadi amal saleh yang berkelanjutan sekaligus wujud pengabdian kepada umat melalui pendidikan.
Harapan tersebut sejalan dengan semangat Thursina untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam.
Refleksi tersebut menjadi pengantar menuju prosesi peresmian Center of Excellence, yang menandai kelanjutan perjalanan Thursina dalam memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan pengembangan institusi.
Prosesi peresmian secara simbolis melibatkan Chairman dan CEO Thursina IIBS bersama jajaran Senior Advisors, di antaranya Dr. Sumi Rahayu, M.M., Prof. Drs. H. Burhanuddin, M.Ed., Ph.D., serta Dr. Farhan Muntafa, M.Stat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan CoE Product Exhibition dan CoE Headquarters Tour, yang memberikan kesempatan kepada para undangan untuk mengenal lebih dekat berbagai hasil pengembangan, inovasi, serta fasilitas pendukung Centers of Excellence di Thursina.
Lebih dari sekadar seremoni, Grand Launching Center of Excellence menjadi simbol keberlanjutan visi besar Thursina dalam menjadikan riset, inovasi, dan kolaborasi sebagai bagian integral dari budaya pendidikan.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa keunggulan institusi bukan hanya dibangun melalui pencapaian, tetapi juga melalui komitmen untuk terus belajar, mengembangkan pengetahuan, dan menghadirkan kebermanfaatan.
Berlandaskan pendekatan Holistic & Balanced Education serta semangat research, innovation, and continuous improvement, Thursina terus memperkuat langkahnya dalam menghadirkan pendidikan Islam yang unggul, bermakna, dan berstandar internasional demi melahirkan generasi Morally Excellent, Internationally Minded, and Inspiring Leaders.(*)
