Melalui HDDAP, Lumajang Kembangkan 166 Hektar Tanaman Manggis di Dua Kecamatan

5 November 2026 06:37 5 Nov 2026 06:37

Abdul Fatah

Editor
Thumbnail Melalui HDDAP, Lumajang Kembangkan 166 Hektar Tanaman Manggis di Dua Kecamatan

Bibit manggis yang sudah diterima kelompok tani di Kabupaten Lumajang (Foto : Dinas Pertanian Lumajang)

KETIK, LUMAJANG – Melalui Proyek Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) atau Pengembangan Hortikultura di Kawasan Lahan Kering dari Kementerian Pertanian, Kabupaten Lumajang memperoleh kesempatan untuk melakukan perluasan tanaman Manggis di dua kecamatatan yakni Senduro dan Pasrujambe.

Untuk proyek ini Lumajang mendapat bantun bibit untuk 166,65 Hektar lahan di dua kecamatan tersebut. Program ini secara nasional, diberikan untuk 13 Kabupaten di Indonesia, sedangkan di Jawa Timur yang mendapatan program ini adalah Sumenep, Gresik dan Kabupaten Lumajang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang Ir. Retno Wulan Andari, M.Si kepada media ini mengatakan, program ini juga merupakan kerjasama Kementerian Pertanian dengan Asia Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

“Untuk bibit manggis, sudah datang di dua kecamatan ini, selanjutnya proses tanam. Dipilihnya Pasrujambe dan Senduro, karena dua wilayah ini dinilai paling tepat untuk pengembangan tanaman manggis, disamping warga setempat sebagian diantaranya telah memiliki pengalaman dalam budidaya tanaman manggis,” kata Kepala DKPP Kabupaten Lumajang Ir. Retno Wulan Andari.

Dijelaskan Retno, penetapan Senduro dan Pasrujembe sebenarnya dimulai dengan perencanaan yang dilakukan sejak tahun 2004. Diharapkan pengembangan tanaman holtikulutra, khususnya manggis ini, tidak berhenti kepada budidaya, namun bisa berkolaborasi dengan pasar, sehingga menjangkau tujuan utamanya, yakni peningkatan nilai tambah untuk kesejateraan petani.

Masih kata Retno Wulan Andari, pada tiga Kabupaten di Jawa Timur dan 10 Kabupaten lainnya di Indonesia, komoditas yang dikembangkan berbeda-beda, sesuai dengan potensi daerahnya.

“Lumajang kebetulan komoditasnya manggis, di Kabupaten lain tentu berbeda sesuai dengan potensi daerahnya,” jelas Retno Wulan Andari.

Retno Wulan Andari juga mengatakan, melalui program HDDAP ini diharapkan petani Lumajang dapat mengembangkan diri dari pertanian tradisional menuju pertanian modern, produktiv dan beroriantasi kepada pasar.

“Selama ini sebagian buah manggis di Lumajang memang ada yang di ekspor melalui pihak ketiga di Banyuwangi. Harapan kita kedepan, produk manggis kita juga bisa memenuhi kebutuhan pasar global, sehingga sentuhan pertanian modern sangat penting, agar manggis dari Lumajang ini nantinya bisa memenuhi kebutuhan pasar internasional yang masih sangat terbuka,” harap Retno Wulan Andari.

Tombol Google News

Tags:

HDDAP Dinas Pertanian Lumajang Budidaya Tanaman Manggis