KETIK, BATU – Seluruh desa di Kota Batu berhasil mencapai status mandiri berdasarkan klasifikasi tingkat perkembangan desa di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur, Budi Sarwoto, menyampaikan bahwa pencapaian Kota Batu tidak terlepas dari perkembangan kemandirian desa yang terus meningkat di Jawa Timur. Bahkan, provinsi ini tercatat memiliki jumlah desa mandiri terbanyak di Indonesia.
Dari total 7.721 desa yang tersebar di Jawa Timur, sebanyak 4.716 desa telah berstatus mandiri. Jumlah tersebut mencakup hampir seperempat dari keseluruhan desa mandiri di Indonesia.
“Ada empat kabupaten/kota yang seluruh desanya sudah mandiri, termasuk Kota Batu. Jadi, seluruh desa di Kota Batu ini sudah berstatus mandiri,” ungkapnya saat menghadiri Indonesia Villages Expo, di Stadion Brantas Kota Batu, pada Senin, 2 November 2026.
Ia menjelaskan, status perkembangan desa terbagi menjadi lima tingkatan, yakni sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri. Kategori mandiri merupakan tingkatan tertinggi yang menunjukkan capaian perkembangan suatu desa.
Menurut Budi, keberhasilan Kota Batu mencapai status tersebut menjadi salah satu prestasi yang patut diapresiasi. Terlebih, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, juga pernah meraih predikat desa terbaik berprestasi tingkat nasional pada 2024.
“Ini apresiasi untuk Kota Batu karena seluruh desanya sudah mandiri. Di samping itu, salah satu desa di Kota Batu, yaitu Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, telah menjadi desa terbaik berprestasi tingkat nasional tahun 2024. Ini tentunya merupakan capaian yang luar biasa dari Kota Batu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Budi mengaitkan perkembangan kemandirian desa dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang masih menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan II 2026, perekonomian Jawa Timur tumbuh sebesar 5,84 persen dengan kontribusi mencapai 25,40 persen terhadap perekonomian di Pulau Jawa.
Perkembangan ekonomi, tambah dia, turut memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara sekaligus mendorong peningkatan kemajuan desa di berbagai wilayah.
“Peran strategis ini tentunya semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, sebagaimana jargon yang sudah disampaikan oleh Ibu Gubernur,” katanya.
Budi menambahkan, kemajuan desa juga berjalan seiring dengan penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur. Saat ini, persentase penduduk miskin di provinsi tersebut tercatat sebesar 9,6 persen, setelah sebelumnya untuk pertama kalinya berhasil turun ke satu digit.
Penurunan tersebut juga terjadi pada angka kemiskinan di wilayah perdesaan.
“Ini tentunya harus kita lakukan secara konsisten dan terus-menerus bersama seluruh stakeholder yang terkait, sehingga ke depannya ketimpangan antara kemiskinan di perkotaan dan kemiskinan di pedesaan ini semakin menyempit,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan bahwa pengembangan potensi desa menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Batu. Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah program yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas ekonomi dan kemandirian masyarakat.
“Meliputi pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyiapan regenerasi petani melalui smart integrated farming, serta peningkatan kemandirian desa dan kelurahan melalui pelayanan kesehatan dengan program satu desa/kelurahan satu dokter,” ujar Cak Nur, sapaanya. (*)
