KETIK, MALANG – Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota, Iptu Khusnul Khotimah, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Ia terpilih sebagai Polisi Inspiratif dan menerima potongan tumpeng kehormatan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada puncak peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Bogor, Jawa Barat pada Rabu, 1 Juli 2026 kemarin.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi dari Presiden dan Kapolri kepada personel kepolisian yang dinilai memiliki dedikasi, inovasi, dan pengabdian luar biasa kepada masyarakat di luar pelaksanaan tugas rutin.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyatakan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh anggotanya tersebut.
"Kami sangat bangga, karena salah satu personel kami mendapat apresiasi langsung dari Presiden dan Kapolri. Ini menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar Polresta Malang Kota, sekaligus motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," jelasnya, Kamis, 2 Juli 2026.
Selain Iptu Khusnul, penghargaan serupa juga diberikan kepada Kapolsek Kalijati Polres Subang, Iptu Abah Budiman serta Kanit Binpolmas Satbinmas Polres Lamongan, Ipda Purnomo.
Diketahui, Iptu Khusnul dikenal sangat aktif dalam mengawasi program perlindungan perempuan dan anak. Salah satu fokus utamanya, adalah pencegahan dan penanganan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Sejak menjabat sebagai Kanit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota, ia aktif memberikan edukasi ke pelajar, guru, dan orang tua hingga ke masyarakat mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Termasuk rutin melakukan sosialisasi penanganan perkara kekerasan, pendampingan korban, serta memperkuat kolaborasi dengan sekolah, pemerintah daerah, dan psikolog.
Selain meraih penghargaan Polisi Inspiratif, Iptu Khusnul juga pernah menerima penghargaan dari Walikota Malang bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Malang sebagai apresiasi dan kontribusi dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak.
"Iptu Khusnul menunjukkan, bahwa kehadiran Polri dapat memberikan solusi, perlindungan, dan rasa aman melalui langkah-langkah preventif serta edukatif," tambahnya.
Kombes Putu Kholis juga menegaskan, upaya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari kekerasan.
"Perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Polri akan terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah, keluarga, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat agar setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman," tandasnya. (*)
.png)