Kenalkan Pentigraf, Dosen UIN Malang Asah Kemampuan Menulis 230 Santriwati Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

2 Juli 2026 18:16 2 Jul 2026 18:16

Nurul Aliyah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kenalkan Pentigraf, Dosen UIN Malang Asah Kemampuan Menulis 230 Santriwati Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Ratusan santriwati Imaroh As-Shofwah Sukorejo Situbondo antusias mengikuti pelatihan penulisan cerpen bersama Rizka Amalia, Dosen Bahasa Indonesia UIN Malang, Rabu, 1 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

KETIK, SITUBONDO – Dosen Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengisi pelatihan penulisan cerpen yang diikuti oleh 230 santriwati Imaroh As-Shofwah, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00–22.00 WIB ini diadakan di area outdoor asrama bahasa.

Peserta kegiatan ini merupakan santriwati lintas jenjang pendidikan, mulai tingkat menengah pertama hingga perguruan tinggi, yang menempati asrama khusus kelas unggulan.

Pelatihan ini secara khusus menghadirkan dosen mata kuliah Bahasa Indonesia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus Founder Saung Kanak Nusantara, Rizka Amaliah. Ia menyampaikan semangat peserta dalam mempelajari dasar-dasar penulisan cerpen yang dilanjutkan dengan praktik menyusun premis sebagai landasan pengembangan cerita.

"Premis yang unik dan menarik akan menjadi acuan yang kokoh untuk pengembangan alur. Walaupun hanya satu atau dua kalimat, premis sudah harus menggambarkan konflik utama dalam cerita. Melalui rumus penulisan tujuan dan halangan atau rintangan yang dihadapi tokoh saat berusaha mencapai tujuannya, seorang penulis akan lebih mudah mengembangkan alur dan plot dalam cerita," ujar Rizka.

Rizka memfokuskan materi pada teknik menulis pentigraf (cerpen tiga paragraf) karena mayoritas peserta adalah pemula. Harapannya, para santriwati dapat langsung mempraktikkan penulisan dalam waktu singkat.

Foto dosen mata kuliah Bahasa Indonesia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus Founder Saung Kanak Nusantara, Rizka Amaliah sedang mengajar materi Pentigraf kepada 230 santriwati Imaroh As-Shofwah Sukorejo, Situbondo pada Rabu, 1 Juni 2026. (Foto: Istimewa)Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus Founder Saung Kanak Nusantara, Rizka Amaliah sedang mengajar materi Pentigraf kepada 230 santriwati Imaroh As-Shofwah Sukorejo, Situbondo pada Rabu, 1 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

Meski berlangsung pada malam hari, antusiasme peserta tetap tinggi. Beberapa santriwati bahkan mendapat kesempatan membacakan premis yang telah mereka susun. Salah satunya Aurel, yang mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.

"Terus terang, ini baru pertama kalinya saya mengetahui materi tentang premis. Saya sangat terbantu dengan adanya materi dari Kak Rizka. Sayang, kami memang tidak bisa menggunakan HP di pondok. Jadi, diskusi lanjutan dengan Kak Rizka mungkin hanya bisa via Zoom," katanya.

Kasubag PIPU Asrama Imaroh As-Shofwah, Ziadatul Widad, M.Pd.I., mengatakan pelatihan ini merupakan tahap awal pembinaan literasi yang akan berlanjut pada proses seleksi minat dan bakat, pendampingan, pendalaman materi, hingga penulisan cerpen.

"Nanti Kak Rizka pasti kami hubungi untuk tindak lanjut agenda ini. Kami akan melakukan penyaringan santriwati yang punya minat atau bakat di bidang literasi untuk dibina lebih lanjut," tegasnya.

Pelatihan penulisan cerpen ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat berbasis pesantren yang dijalankan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu manifestasi komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan pesantren melalui kolaborasi antara akademisi dan lembaga pendidikan keagamaan.(*)

Tombol Google News

Tags:

UIN Malang UIN Maliki Malang Pelatihan Penulisan Cerpen Imaroh As-shofwah Rizka Amalia Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Dosen UIN Malang