KETIK, MALANG – Penerbangan rute Jakarta—Malang (PP) hingga saat ini masih ditutup total akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebaran abu vulkanik yang mengancam keselamatan penerbangan memaksa maskapai dan otoritas bandara membatalkan seluruh jadwal penerbangan.
Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Purwo Cahyo Widhiatmoko, membenarkan hal tersebut.
"Untuk hari ini, rencana ada 5 penerbangan rute Jakarta - Malang - Jakarta. Namun seluruhnya berstatus dibatalkan atau cancel semua, karena penutupan bandara di Jakarta sebagai dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau," jelasnya, Senin, 7 September 2026.
Ia mengungkapkan, pembatalan mencakup empat penerbangan maskapai Batik Air dan satu penerbangan Citilink Indonesia. Dampaknya, sebanyak 964 penumpang rute Jakarta—Malang maupun sebaliknya gagal terbang.
"Kalau untuk hari Minggu, 6 September kemarin, total yang terdampak sebanyak 1.110 penumpang. Saat ini, sejumlah penumpang telah mengajukan refund serta reschedule dan telah dilayani oleh masing-masing maskapai," bebernya.
Meskipun akses udara dari dan menuju Jakarta lumpuh, Cahyo memastikan kondisi Bandara Abdulrachman Saleh Malang hingga kini tetap aman dari sebaran abu vulkanik.
"Kondisi Bandara Abdulrachman Saleh saat ini aman, tidak terkena sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau," tambahnya.
Meski demikian, pihak bandara tetap melakukan pemantauan berkala. Terlebih, Gunung Semeru juga dilaporkan mengalami erupsi pada Minggu kemarin.
"Kami terus memantau perkembangan kondisi terkini secara berkala. Jika termonitor adanya sebaran abu vulkanik dan membahayakan jalur penerbangan, ada kemungkinan bandara kami tutup," tandasnya.(*)
