Sumsel Dikepung Karhutla! Lumbung Pangan Terancam, Induk Ular 2 Meter Jadi Korban

3 September 2026 20:51 3 Sep 2026 20:51

Bubun Kurniadi, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sumsel Dikepung Karhutla! Lumbung Pangan Terancam, Induk Ular 2 Meter Jadi Korban

Salah satu Anggota Manggala Agni yang bertugas memadamkan Api karhutla memegang Ular yang ditemukan hangus terbakar di wilayah gambut Desa Ibul Besar 1 Kabupaten Ogan Ilir (Foto: M.Tohir Ketik.com)

KETIK, PALEMBANG – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan makin tak terkendali. Kobaran api yang kian ganas kini menjalar hingga mengepung pemukiman warga perkotaan dan pedesaan.

Tak cuma merusak lingkungan, petaka ini mengancam status Sumsel sebagai lumbung pangan utama dan penyumbang beras terbesar di Indonesia.

​Kabupaten sentra padi nasional seperti Banyuasin dan OKU Timur kini berada di ujung tanduk akibat kekeringan parah dan kepungan api. Sementara itu, wilayah Ogan Ilir, Palembang, Banyuasin dan sekitarnya turut terkena imbas dihantam kabut asap pekat yang mengancam kesehatan warga.

​Tim gabungan Manggala Agni bersama TNI-Polri terus berjibaku di lapangan untuk memadamkan titik api yang meluas.

​"Anggota kami terus melakukan pemadaman di wilayah karhutla antara lain: Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Ogan Ilir, Musi Banyuasin," ungkap Kepala BPKHL Wilayah Sumatra, Ferdian Kristanto lewat group whatshapp, Kamis, 3 September 2026.

Tragedi Memilukan di Lahan Gambut

​Di tengah perjuangan menembus kobaran api di Desa Ibul Besar 1, Kabupaten Ogan Ilir, petugas menemukan pemandangan yang sangat tragis. Seekor induk ular sepanjang lebih dari 2 meter ditemukan tewas terbakar dalam kondisi mengenaskan bersama anak-anaknya di atas tanah gambut yang hangus.

​"Kita juga harus berusaha menyelamatkan satwa yang ada ketika kita menemukan mereka di wilayah karhutla," ujar Hendra, salah satu anggota Manggala Agni di lokasi kejadian.

​Petugas mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat untuk segera menghentikan aksi pembakaran lahan dan hutan sebelum bencana ini menelan korban yang lebih besar. (*)

Tombol Google News

Tags:

Manggala Agni Kementerian Kehutanan