KETIK, SITUBONDO – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Situbondo resmi bertransformasi status menjadi Universitas Bhakti PGRI Situbondo (UBP Situbondo). Perubahan status dari ketua ke rektor ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas Tridharma perguruan tinggi, yang meliputi pendidikan berkualitas, pengabdian yang mengakar dan tulus dalam pengabdian kepada masyarakat, serta penelitian yang berdampak, Sabtu 17 Oktober 2026.
Usai dikukuhkan sebagai Rektor Universitas Bhakti PGRI Situbondo, Dr. Miftahus Surur, M.Pd, bersyukur atas kemudahan yang diberikan dalam proses alih status dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Situbondo menjadi Universitas Bhakti PGRI Situbondo.
“Kedepannya, universitas yang mengusung moto ABADI (Adaptif, Kolaboratif, dan Berdaya Saing) ini, akan melakukan segala perubahan dari berbagai aspek, baik ekonomi maupun teknologi, harus mampu diserap dan diadaptasi secara intelektual di kampus sebelum disebarkan nilai manfaat dan dampaknya kepada masyarakat,” jelas Rektor UBP Situbondo.
Kampus, sambung Dr. Miftahus Surur, membuka ruang secara luas untuk bekerja sama dengan seluruh elemen, baik kultural, non-kultural, akademik, maupun non-akademik, guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Situbondo.
“Dari dampak sikap adaptif dan kolaboratif, maka diharapkan universitas ini memiliki daya saing yang sejajar dengan masyarakat maupun civitas akademika lainnya,” tutur Dr. Miftahus.
Penambahan Program Studi Baru
Seiring dengan perubahannya status universitas, maka UBP Situbondo tidak hanya mempertahankan tiga prodi pendidikan yang sudah ada sebelumnya (Pendidikan Teknologi Informasi, Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Matematika), tetapi juga menambah empat program studi baru, yaitu Ilmu Keolahragaan, Biologi, Sistem Informasi dan Manajemen Ritel.
“Dengan penambahan program studi ini, saya harapkan putra putri Situbondo memilih kuliah di UBP Situbondo. Sebab, kini UBP Situbondo memiliki variasi pilihan prodi yang jauh lebih beragam, yang berdampak pada peningkatan kompetensi guna mendukung kebutuhan Situbondo Naik Kelas", kata Dr. Miftahus Surur.
Tak hanya itu yang disampaikan Dr. Miftahus Surur, namun dia mentarget jumlah mahasiswa dirancang rasional dengan kisaran 50 hingga 100 mahasiswa per prodi, atau total sekitar 500 hingga 600 mahasiswa dalam setiap angkatannya. “Dengan status universitas, saya berharap setiap angkatan bisa mencapai 500 hingga 600 mahasiswa,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengapresiasi, transformasi STKIP PGRI Situbondo Menjadi Universitas Bhakti PGRI Situbondo. Saat ini yang tadinya ada dua universitas kini bertambah satu, yakni Universitas Bhakti PGRI Situbondo.
“Universitas, yakni tempat kita meneriakan hal-hal positif. Menuntut ilmu di universitas, kita didik untuk menjadi intlektual yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Untuk itu, saya atas nama pribadi maupun Bupati Situbondo memberikan penghargaan setinggi-tingginya, atas transformasi STKIP PGRI Situbondo menjadi Universitas Bhakti PGRI Situbondo,” kata Mas Rio, saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Rektor Universitas Bhakti PGRI Situbondo di Pendopo Rakyat Situbondo.
Sekedar informasi, hadir dalam pelantikan dan pengukuhan Rektor Universitas Bhakti PGRI Situbondo, antara lain Anggota Komisi VI DPR RI, HM. Nasim Khan, Ketua DPRD Situbondo Mahbub Junaidi, para Alimni STKIP PGRI Situbondo dan tamu undangan lainnya. (*)
