Hari Kelima Kebakaran TPA Supit Urang Kota Malang, Hujan Bantu Kurangi Sebaran Titik Api

25 Oktober 2026 09:46 25 Okt 2026 09:46

Kukuh Kurniawan, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hari Kelima Kebakaran TPA Supit Urang Kota Malang, Hujan Bantu Kurangi Sebaran Titik Api

Pelaksanaan pemadaman kebakaran di TPA Supit Urang Kota Malang pada hari kelima, Minggu, 25 Oktober 2026 (Foto : Damkar Kota Malang)

KETIK, MALANG – Kebakaran yang terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang Kecamatan Sukun Kota Malang telah memasuki hari kelima. Kini, petugas berfokus melakukan pemadaman di bagian zona barat old sanitary landfill, Minggu, 25 Oktober 2026.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan mengatakan, pelaksanaan operasi pemadaman dilakukan sejak pukul 06.00 WIB. Karena jika dilakukan saat siang, hembusan angin membawa asap pekat yang dapat membahayakan petugas dan area ini juga sulit dijangkau.

"Memanfaatkan kondisi hujan yang terjadi semalam, tim melakukan upaya pemadaman di zona barat old sanitary landfill. Area ini merupakan titik awal terjadi kebakaran, dimana api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di seberang sungai luar TPA Supit Urang," jelasnya.

Di hari kelima operasi pemadaman, personel gabungan yang diterjunkan mencapai 70 orang. Dengan terdiri dari berbagai unsur mulai dari Damkar Kota Malang, Damkar Kabupaten Malang DLH Kota Malang, DLH Kabupaten Malang, dan relawan.

Foto Pelaksanaan pemadaman kebakaran di TPA Supit Urang Kota Malang pada hari kelima, Minggu, 25 Oktober 2026 (Foto : Damkar Kota Malang)Pelaksanaan pemadaman kebakaran di TPA Supit Urang Kota Malang pada hari kelima, Minggu, 25 Oktober 2026 (Foto : Damkar Kota Malang)

"Ada sembilan unit armada pemadam serta dua alat berat berupa ekskavator dan buldozer dikerahkan. Kami juga melakukan penguraian gunungan sampah dengan cara manual, yaitu petugas dari DLH mengurai dengan alat garuk agar dapat membuka titik api pada timbunan sampah," bebernya.

Terkait dampak hujan yang cukup deras dan mengguyur wilayah Kota Malang pada Sabtu, 24 Oktober malam, Pandu mengungkapkan sangat efektif menurunkan jumlah sebaran titik api. Namun demikian, titik panas terpantau masih membara di dalam tumpukan sampah.

"Alhmdulillah, hujan kemarin malam membantu menurunkan jumlah sebaran titik api. Namun, titik panas terpantau masih ada dan ini karena hujan kemarin belum sepenuhnya meresap ke dalam gunungan sampah," ungkapnya. 

Untuk memaksimalkan penanganan, pihak Damkar Kota Malang berharap kondisi cuaca mendukung dan kembali turun hujan dengan intensitas lebat pada hari ini. Dengan harapan, air hujan dapat meresap secara maksimal ke bagian dalam gunungan sampah untuk memadamkan titik panas yang masih tersisa.

"Harapannya, terjadi hujan kembali di siang ini dengan intensitas sedang dan lebat. Agar air hujan dapat meresap masuk ke gunungan sampah dan menurunkan titik panas," tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Masuki Hari Kelima Kondisi Hujan Kota Malang