KETIK, BANDUNG – Dualisme kepengurusan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat yang sempat berlangsung dalam beberapa tahun terakhir resmi berakhir. Sejumlah kelompok yang sebelumnya berada dalam kepengurusan berbeda sepakat bersatu dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Jawa Barat yang digelar di Savoy Homann Kota Bandung, Senin 15 Juni 2026.
Dalam forum tersebut, Dr. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD HKTI Jawa Barat periode 2026-2031.
Terpilihnya Buky Wibawa yang juga menjabat Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat menandai dimulainya babak baru organisasi petani tersebut setelah sebelumnya diwarnai dinamika internal dan dualisme kepengurusan.
Selain Musda DPD HKTI Jawa Barat, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Pada kepengurusan baru ini, HKTI Jawa Barat langsung menetapkan agenda strategis lima tahun ke depan melalui program "Sapta Karya HKTI Jawa Barat". Program tersebut difokuskan pada penguatan kelembagaan petani, regenerasi petani muda, perlindungan lahan pertanian, kemudahan akses pembiayaan, hilirisasi produk pertanian, pengembangan pasar digital, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani.
Melalui program tersebut, HKTI Jawa Barat menargetkan lahirnya kader-kader pertanian hingga tingkat desa sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian.
Sementara itu, Ketua DPC HKTI Kota Bandung Suyanwar Kosasih yang turut dilantik dalam kesempatan tersebut menyatakan kesiapan mendukung agenda organisasi di tingkat daerah.
Menurut pria yang akrab disapa Kang Yayan itu, HKTI Kota Bandung akan fokus memperkuat akses petani terhadap berbagai program pemerintah, termasuk bantuan benih, pupuk, dan alat mesin pertanian.
"Kami siap berkolaborasi dengan DPD HKTI Jawa Barat dan seluruh DPC untuk memperkuat sektor pertanian. Yang paling penting bagaimana program pemerintah bisa benar-benar dirasakan dan dimanfaatkan oleh petani," ujar Yayan.
Ia menilai sinergi antara organisasi petani, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Musda dan pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi HKTI Jawa Barat dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari regenerasi petani, alih fungsi lahan, hingga peningkatan daya saing produk pertanian di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pasar.(*)
.png)