KDS Siapkan Danau Retensi 10 Hektare, Penanganan Banjir Bojongsoang Tak Hanya Bertumpu pada Normalisasi Sungai

1 Agustus 2026 19:09 1 Agt 2026 19:09

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail KDS Siapkan Danau Retensi 10 Hektare, Penanganan Banjir Bojongsoang Tak Hanya Bertumpu pada Normalisasi Sungai

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat Sosialisasi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan bersama Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya di Kampung Bedas, Desa Tegalluar, Kec Bojongsoang, Sabtu (1/8/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan langkah baru untuk mengurangi banjir yang selama ini menjadi persoalan tahunan di kawasan Bojongsoang. Selain mendorong normalisasi Sungai Cikeruh, Bupati Bandung Dadang Supriatna kini menyiapkan pembangunan danau retensi seluas sekitar 10 hektare di kawasan Tegalluar sebagai bagian dari solusi jangka panjang pengendalian banjir.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) saat menghadiri Silaturahmi dan Sosialisasi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan bersama Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya di Kampung Bedas, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Sabtu (1/8/2026).

"Kita sedang menyiapkan pembangunan danau di Tegalluar kurang lebih seluas 10 hektare. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi banjir di kawasan Bojongsoang," kata KDS.

Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pengerukan sungai. Pemerintah daerah harus menyiapkan ruang tampung air agar debit yang mengalir ke kawasan hilir dapat dikendalikan ketika curah hujan tinggi.

KDS mengatakan, percepatan penanganan banjir juga mendapat dukungan dari Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya melalui skema kolaborasi lintas pihak atau pentahelix.

Ia menjelaskan, saat ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum hanya mampu melakukan normalisasi Sungai Cikeruh pada radius sekitar 300 meter di sisi kiri dan kanan sungai, termasuk Sungai Citarik. Karena itu diperlukan dukungan berbagai pihak agar penanganan dapat dilanjutkan pada kawasan di luar kewenangan BBWS.

"Alhamdulillah Bang Romy siap membantu melalui pendekatan pentahelix sehingga normalisasi sungai bisa dilanjutkan sepanjang 300 meter lagi di luar batas kewenangan BBWS," ujarnya.

Menurut KDS, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci agar persoalan banjir yang selama ini berulang dapat ditangani secara lebih komprehensif.

Dalam kesempatan tersebut, KDS juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terjebak praktik judi online dan pinjaman online yang dinilainya semakin mengkhawatirkan.

Ia menyebut Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah dengan tingkat aktivitas judi online yang tinggi, bahkan Baleendah tercatat sebagai salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian serius.

"Saya minta masyarakat, khususnya anak-anak muda, jangan sampai terjerumus judi online maupun pinjaman online. Dampaknya bukan hanya ekonomi keluarga, tetapi juga masa depan generasi kita," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya mengatakan kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan merupakan agenda rutin yang digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)

Tombol Google News

Tags:

DPR RI banjir BUPATI BANDUNG DADANG SUPRIATNA kang ds kds bang romy Normalisasi danau retensi bpjs BPJS Ketenagakerjaan