Dari Sumenep ke Panggung Dunia, Muhammad Romli Raih Pengakuan Young Baden-Powell Fellow

20 Agustus 2026 05:05 20 Agt 2026 05:05

Fery Purnomo, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dari Sumenep ke Panggung Dunia, Muhammad Romli Raih Pengakuan Young Baden-Powell Fellow

Muhammad Romli, Pramuka asal Sumenep, menerima pengakuan Young Baden-Powell Fellow dari World Scout Foundation di Bumi Perkemahan dan Graha Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2026. (Foto: Dok. narasumber)

KETIK, SUMENEP – Nama Muhammad Romli kembali mengharumkan Kabupaten Sumenep di tingkat internasional. Pramuka asal Sumenep yang kini dipercaya menjabat Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep itu mendapat pengakuan sebagai Young Baden-Powell Fellow dari World Scout Foundation.

Pengakuan tersebut diberikan atas kiprahnya dalam pengembangan kepemimpinan, kegiatan sosial, jejaring kepanduan internasional, serta kontribusinya terhadap Gerakan Kepanduan Dunia.

Piagam penghargaan diserahkan di Bumi Perkemahan dan Graha Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta, pada 15 Agustus 2026. Penghargaan diberikan oleh Board Member World Scout Foundation Thijs Stoffer, didampingi Duta Besar Ahmad Rusdi yang juga merupakan Board Member World Scout Foundation serta Secretary General World Organization of the Scout Movement (WOSM) David Berg.

Bagi Romli, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan personal. Penghargaan itu menjadi bagian dari perjalanan panjang yang dibangunnya sejak aktif di dunia kepramukaan dari Sumenep.

Berawal dari Pramuka di Pondok

Perjalanan Romli di dunia kepanduan dimulai sejak dirinya aktif mengikuti kegiatan Pramuka di lembaga pendidikan Islam Nurul Hikmah, tempat ia menempuh pendidikan sekaligus mondok.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Romli melanjutkan kuliah di STKIP PGRI Sumenep. Di kampus tersebut, ia dipercaya memimpin organisasi Pramuka.

Karier organisasinya terus berkembang. Pada 2017, melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW), Romli dipercaya memimpin Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Sumenep.

Kepercayaan tersebut berlanjut. Dalam Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Putri Putra (Musppanitra) Kwarcab Sumenep, ia kembali dipercaya memimpin DKC Sumenep untuk periode 2019-2024 secara aklamasi.

Dari organisasi inilah kiprah Romli kemudian berkembang hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Bawa Nama Sumenep ke Forum Internasional

Pada 2018, Romli mendapat kesempatan menjadi delegasi Indonesia dalam First ASEAN Rover Moot di Brunei Darussalam. Saat itu, ia masih berstatus mahasiswa sekaligus menjabat Ketua DKC Sumenep.

Keberangkatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Romli sempat dilepas secara simbolis oleh Bupati Sumenep selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Sumenep.

Lima tahun berselang, pengalaman internasionalnya kembali bertambah. Pada World Scout Jamboree 2023 di Korea Selatan, Romli kembali dipercaya hadir sebagai bagian dari perwakilan Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Saemangeum itu mempertemukan anggota Pramuka dari berbagai negara. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Romli untuk memperkenalkan Indonesia, termasuk kekayaan budaya Madura, sekaligus membangun relasi dengan peserta dari berbagai belahan dunia.

Baginya, forum internasional bukan hanya tentang menghadiri kegiatan di luar negeri. Setiap pertemuan menjadi kesempatan untuk belajar mengenai kepemimpinan, keberagaman, diplomasi pemuda, hingga bagaimana pengalaman global bisa dibawa pulang dan diterapkan di daerah.

Pramuka Jadi Ruang Pengabdian

Romli juga berusaha membawa nilai-nilai kepramukaan keluar dari lingkungan perkemahan. Berbagai program digagas untuk memberikan ruang bagi generasi muda agar berkembang sekaligus memberi manfaat kepada masyarakat.

Saat memimpin DKC Sumenep, sejumlah program dikembangkan, di antaranya Scout Jurnalis, Scout Preneur, dan Scout English Course.

Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, wawasan, kreativitas, serta keberanian generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman.

Tidak berhenti di Pramuka, Romli juga aktif dalam gerakan kepemudaan. Ia mendirikan sekaligus memimpin Generasi Emas Nusantara (GEN) Jawa Timur.

Melalui organisasi tersebut, ia mendorong anak muda agar tidak sekadar menjadi penonton pembangunan. Pemuda didorong mengambil peran dalam berbagai bidang, mulai pendidikan, sosial politik, lingkungan, teknologi hingga pengembangan kepemimpinan.

Pendidikan Tak Sekadar Soal Nilai

Kiprah Romli juga bersinggungan dengan dunia pendidikan. Ia terlibat sebagai tenaga pendidik di perguruan tinggi dan aktif mendampingi mahasiswa dalam berbagai kegiatan positif.

Menurutnya, pendidikan tidak semestinya hanya mengejar kemampuan akademik. Pendidikan juga harus membentuk karakter, kedisiplinan, kemampuan berpikir, kematangan emosional, serta kepedulian sosial.

Prinsip itu pula yang coba ia terapkan dalam berbagai aktivitas bersama generasi muda.

Dari Organisasi ke Dunia Profesional

Pengalaman Romli di organisasi kepemudaan dan Pramuka kemudian membawanya masuk ke dunia profesional.

Pada 2024, di usia yang relatif muda, ia dipercaya menjadi salah satu komisaris PT Sumekar (Perseroda), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Pengalaman tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan kepemimpinannya. Kemampuan membangun jejaring, mengelola organisasi dan memahami persoalan masyarakat menjadi modal ketika ia masuk ke dunia korporasi.

Pada akhir 2025, ketika terjadi kekosongan jajaran direksi, Romli dipercaya menjalankan tugas sebagai pejabat sementara (Pj) untuk membantu memastikan operasional perusahaan tetap berjalan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Salah satu hal yang turut menjadi perhatiannya adalah pelayanan transportasi laut bagi masyarakat kepulauan Sumenep, termasuk pengoperasian KMP Dharma Bahari Sumekar III.

Kiprah tersebut memperlihatkan perjalanan kepemimpinannya yang semakin luas. Dari Pramuka, organisasi kepemudaan, pendidikan dan kegiatan sosial, hingga masuk ke sektor profesional.

Tetap Kuliah di Tengah Beragam Amanah

Di tengah berbagai aktivitas dan tanggung jawab yang dijalani, Romli masih melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral.

Saat ini, ia tercatat menempuh program S3 di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali.

Keputusan untuk terus menempuh pendidikan menunjukkan bahwa perjalanan kepemimpinan yang dibangunnya tidak hanya bertumpu pada pengalaman organisasi. Ia juga berupaya memperkuat kapasitas akademik dan pengetahuan.

Young Baden-Powell Fellow Jadi Babak Baru

Pengakuan sebagai Young Baden-Powell Fellow menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan Romli di dunia kepanduan.

Perjalanan tersebut tidak dibangun secara instan. Ia memulainya dari kegiatan Pramuka di Sumenep, kemudian memimpin DKC, mengikuti forum kepanduan ASEAN di Brunei Darussalam, berpartisipasi dalam World Scout Jamboree di Korea Selatan, hingga membangun jejaring dengan komunitas kepanduan di berbagai negara.

Pengalaman itu kemudian dipadukan dengan aktivitas sosial, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan dan pengembangan kepemudaan.

Pengakuan dari World Scout Foundation tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pemuda dari daerah memiliki peluang untuk tampil dalam ruang global selama mampu membangun kapasitas, jejaring dan konsistensi dalam pengabdian.

Dari Sumenep untuk Indonesia

Perjalanan Muhammad Romli menjadi contoh bahwa kepemimpinan pemuda tidak selalu harus dimulai dari kota besar atau pusat kekuasaan.

Dari sebuah kabupaten di ujung timur Pulau Madura, ia membangun pengalaman melalui Pramuka, organisasi kepemudaan, pendidikan, kegiatan sosial hingga dunia profesional.

Dari Pramuka, ia mendapatkan pengalaman memimpin dan mengabdi. Dari forum internasional, ia belajar memahami keberagaman dan membangun jejaring. Sementara dari dunia pendidikan dan profesional, ia terus mengembangkan kapasitas untuk memperluas kontribusi.

Pengakuan Young Baden-Powell Fellow 2026 pun bukan menjadi titik akhir. Bagi Romli, pencapaian itu justru dapat menjadi pintu menuju perjalanan berikutnya membawa pengalaman dari Sumenep ke tingkat nasional dan panggung dunia, lalu mengembalikannya dalam bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Dari Sumenep Ke Panggung dunia Muhammad Romli Raih Pengakuan Young Baden-powell Fellow Madura Jawa Timur