Sosok di Balik Jabatan: Andra Soni, Gubernur yang Hadir untuk Rakyatnya

8 November 2026 00:55 8 Nov 2026 00:55

Abdul Kohar

Editor
Thumbnail Sosok di Balik Jabatan: Andra Soni, Gubernur yang Hadir untuk Rakyatnya

Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau Kali Perancis, Kota Tangerang, Jumat (6/11/2026), bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Pemprov Banten).

KETIK, SERANG – Jabatan gubernur sering kali identik dengan ruang rapat, meja kerja, dan tumpukan berkas. Namun, sosok di balik jabatan Gubernur Banten itu terlihat berbeda.

Andra Soni menunjukkan bahwa jabatan bukanlah jarak, melainkan amanah untuk hadir.

Selama lima hari penuh, Senin (2/11/2026) hingga Jumat (6/11/2026), Andra tidak hanya bekerja dari balik meja. Ia menyalurkan bantuan, mendengar pelaku usaha, membuka pameran pertanian, meluncurkan kolaborasi CSR, hingga turun ke lapangan meninjau banjir dan proyek infrastruktur bersama pemerintah pusat.

Bagi Andra, memimpin bukan sekadar mengambil keputusan, tetapi memastikan kebijakan benar-benar sampai kepada warga.

Sosok Andra yang dekat dengan warga terlihat sejak hari pertama.

Pada Senin (2/11/2026), ia datang langsung ke Gedung Serbaguna Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, untuk menyalurkan Bantuan Jaminan Sosial Keluarga Tahun 2026.

Di hadapan warga, ia menegaskan satu pesan yang sederhana namun penting: bantuan harus diterima masyarakat secara utuh tanpa potongan.

Pesan itu bukan sekadar imbauan. Melalui bantuan yang disalurkan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Pemprov Banten ingin memastikan bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak.

Pada 2026, Pemprov Banten mengalokasikan Rp 8,15 miliar untuk 16.311 keluarga penerima manfaat (KPM) di delapan kabupaten dan kota. Setiap keluarga menerima Rp 500.000.

Kehadiran Andra di tengah warga menjadi bukti bahwa perlindungan sosial bukan hanya angka di atas kertas, melainkan amanah yang harus dikawal hingga ke tangan penerima.

Pada hari kedua, Selasa (3/11/2026), sisi lain dari sosok Andra terlihat saat ia menghadiri Musyawarah Provinsi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banten di Grand Keisha, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Di hadapan dunia usaha, Andra tidak tampil sebagai pemimpin yang memerintah. Ia tampil sebagai pemimpin yang mengajak.

Ia memaparkan capaian pembangunan infrastruktur pendidikan dan pertanian dalam dua tahun terakhir, sekaligus mengajak sektor swasta untuk ikut terlibat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Andra, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha dibutuhkan untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat.

Sikap mengajak itu kembali terlihat pada hari yang sama saat ia menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara BUMD PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) Perseroda dan PT Daesang Food Indonesia.

Kerja sama untuk komoditas cabai segar, pasta cabai, tomat, dan pasta tomat itu menjadi gambaran cara Andra membangun Banten: menghubungkan petani dengan pasar, dan menghubungkan pemerintah dengan dunia usaha.

Kecintaan Andra terhadap sektor pertanian terlihat pada Rabu (4/11/2026) saat ia membuka Nusantara Livestock dan Poultry Expo 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang.

Bagi Andra, pertanian bukan sektor masa lalu. Pertanian adalah masa depan ketahanan pangan Banten.

Ia menegaskan, pembangunan pertanian tidak cukup hanya meningkatkan produksi. Diperlukan infrastruktur, teknologi, investasi, dan akses pasar agar hasil pertanian memberi nilai tambah bagi petani.

Melalui pameran itu, Andra berharap lahir kerja sama konkret, investasi baru, alih teknologi, dan kemitraan yang memberi manfaat nyata bagi petani dan peternak.

Pada Kamis (5/11/2026), Andra menunjukkan sisi kepemimpinannya sebagai sosok yang terbuka dan kolaboratif.

Ia meluncurkan forum yang melibatkan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Kemitraan Bina Lingkungan Perusahaan atau Forum CSR Banten di Pendopo Gubernur, KP3B, Kota Serang.

Melalui forum itu, Andra mendorong perusahaan untuk ikut membangun Banten di luar pembiayaan APBD. Ia ingin pembangunan daerah menjadi kerja bersama, bukan hanya beban pemerintah.

Pada hari yang sama, ia menghadiri penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026. Delapan badan publik menerima penghargaan dan Piala Gubernur diserahkan langsung oleh Andra.

Bagi Andra, transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari cara memimpin yang bersih dan dipercaya masyarakat.

Puncak dari lima hari penuh kerja Andra terlihat pada Jumat (6/11/2026). Ia mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau Kali Perancis di Kota Tangerang.

Peninjauan itu dilakukan untuk melihat kesiapan mitigasi banjir, terutama di jalur akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang kerap tergenang saat musim hujan.

Andra menegaskan, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial karena aliran sungai berkaitan dengan banyak wilayah administratif. Penanganan banjir membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan.

Pada hari yang sama, ia bersama AHY juga meninjau pembangunan Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang. Proyek sepanjang 350 meter dengan nilai Rp 87,31 miliar itu telah mencapai progres 70,7 persen dan ditargetkan PHO pada Februari 2027.

Andra berharap underpass tersebut dapat mengurangi kemacetan di kawasan Bitung, jalur penghubung Tangerang dan Serang.

Dari Rajeg hingga Bitung, dari gedung pertemuan hingga pinggir sungai, Andra Soni menunjukkan sosok di balik jabatan yang sesungguhnya.

Ia bukan gubernur yang hanya hadir dalam sambutan, melainkan gubernur yang hadir untuk rakyatnya. Lima hari penuh itu bukan sekadar rangkaian agenda, melainkan potret cara Andra memimpin Banten: hadir, mengajak, dan memastikan setiap program benar-benar dirasakan masyarakat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Andra Soni Gubernur Banten pemprov banten Sosok Andra Soni banten Kadin Banten Bantuan Jaminan Sosial Keluarga Forum Csr Banten Keterbukaan informasi publik Kali Perancis Underpass Bitung Agus Harimurti Yudhoyono