KETIK, LEBAK – Bagi H. Regen Abdul Aris, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui jabatan, tetapi juga melalui kepedulian nyata kepada sesama.
Prinsip itulah yang terus dipegang Regen, anggota DPRD Kabupaten Lebak periode 2024-2029 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat.
Kepedulian itu terutama ditujukan kepada warga kurang mampu, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan uluran tangan.
Setiap minggu hingga setiap bulan, Regen rutin menyantuni puluhan anak yatim sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
Tidak hanya itu, perhatian kepada masyarakat kecil juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, mulai dari pembagian sembako kepada warga kurang mampu hingga khitanan massal gratis bagi anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Pada 2025, Regen juga turun langsung mengunjungi warga yang membutuhkan bantuan kemanusiaan di wilayah Kabupaten Lebak.
Baginya, kepedulian sosial bukan semata-mata tentang memberikan bantuan materi, melainkan juga menghadirkan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan hidup.
Sebelum terjun ke politik, Regen mengabdikan diri sebagai anggota Korps Brimob Polri. Pada 2024, ia memutuskan pensiun dini demi menapaki jalan baru di dunia politik dan pengabdian kepada masyarakat.
Keputusan tersebut mengantarkannya menjadi anggota DPRD Kabupaten Lebak periode 2024-2029.
Kini, setelah memilih pensiun dini dari kepolisian dan mengemban amanah sebagai anggota DPRD, Regen memiliki tanggung jawab baru untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui lembaga legislatif.
Perjalanan dari seorang anggota Brimob hingga menjadi wakil rakyat menjadi babak baru dalam pengabdiannya. Namun, kegiatan sosial kepada masyarakat dan puluhan anak yatim tetap menjadi perhatian dalam aktivitasnya.
Perjalanan hidup Regen juga tidak terlepas dari pengalaman masa lalu yang penuh keterbatasan. Ia pernah menceritakan bagaimana dirinya tumbuh dalam keluarga sederhana dan kehilangan sosok ayah sejak bayi.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup yang membentuk kepeduliannya terhadap orang-orang yang mengalami kesulitan.
Kiprah sosial tersebut turut mendapat pengakuan. Pada 23 September 2026, Regen Abdul Aris menerima penghargaan kategori sosial Peduli Yatim dalam ajang Radar Banten Awards 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas aktivitas sosialnya, terutama kepeduliannya terhadap anak-anak yatim.
Bagi Regen, penghargaan itu bukan akhir, melainkan pengingat bahwa pengabdian harus terus diwujudkan dalam kepedulian nyata kepada sesama. (*)
