KETIK, PALEMBANG – Gerbong rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan kembali bergerak. Sejumlah posisi strategis di jajaran Kejati Sumsel dan Kejari mengalami pergantian sebagai bagian dari penyegaran sekaligus penguatan organisasi.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung Kepala Kejati Sumsel Nurcahyo J.M., S.H., M.H., Jumat 14 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, di Aula Kejati Sumsel.
Pergantian kali ini menyentuh sejumlah jabatan penting, mulai dari Wakil Kepala Kejati Sumsel, Asisten Tindak Pidana Khusus, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara, Kajari Palembang hingga Kajari Musi Banyuasin (Muba).
Sejumlah pejabat di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan mengikuti prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung Kajati Sumsel Nurcahyo J.M., S.H., M.H., di Aula Kejati Sumsel, Jumat 14 Agustus 2026. (Foto: Penkum Kejati Sumsel)
Salah satu perhatian tertuju pada Kiki Yonata, S.H., M.H., yang dipercaya menakhodai Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin. Ia menggantikan Aka Kurniawan, S.H., M.H., yang sebelumnya memimpin Korps Adhyaksa di Bumi Serasan Sekate tersebut.
Sementara itu, kursi Kajari Palembang juga berganti. Muhammad Ali Akbar, S.H., M.H., menyerahkan tongkat komando kepada Mohammad Nasir, S.H., M.H.
Di tingkat Kejati Sumsel, Rinaldi Umar, S.H., M.H. dipercaya mengemban jabatan Wakil Kepala Kejati Sumsel menggantikan Anton Delianto, S.H., M.H.
Kemudian, posisi Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumsel kini ditempati Tengku Firdaus, S.H., M.H., menggantikan Nurhadi Puspandoyo, S.H., M.H
Sedangkan jabatan Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) dipercayakan kepada Tri Joko, S.H., M.H., menggantikan Agus Riyanto, S.H.
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Kajati Sumsel Nurcahyo menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah sekaligus tanggung jawab besar
Ia meminta para pejabat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh tugas dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Jabatan adalah amanah dan tanggung jawab. Laksanakan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme dan dedikasi, serta terus jaga kepercayaan masyarakat,” tegas Nurcahyo dalam arahannya.
Menurut Nurcahyo, dinamika penegakan hukum ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, soliditas internal dan kemampuan jajaran kejaksaan dalam membaca serta merespons berbagai tantangan menjadi hal yang sangat penting.
Para pejabat yang memperoleh kepercayaan baru juga diminta tidak sekadar melanjutkan program kerja yang telah berjalan, tetapi mampu menghadirkan peningkatan kinerja di satuan kerja masing-masing.
Khusus bagi pejabat yang menempati posisi strategis di Kejati Sumsel, koordinasi lintas bidang menjadi salah satu kunci. Sinergi antarsektor diperlukan agar pelaksanaan tugas, baik di bidang pidana khusus, perdata dan tata usaha negara maupun bidang lainnya, berjalan lebih efektif.
Penunjukan Kiki Yonata sebagai Kajari Muba menjadi salah satu bagian penting dalam rotasi kali ini.
Sebagai kepala kejaksaan negeri, Kiki akan memegang kendali terhadap pelaksanaan tugas penegakan hukum di wilayah Musi Banyuasin. Posisi tersebut menuntut kepemimpinan yang kuat, koordinasi lintas instansi serta kemampuan menjaga kepercayaan publik.
Begitu pula dengan Mohammad Nasir yang kini dipercaya memimpin Kejari Palembang. Ia akan menghadapi dinamika penegakan hukum di ibu kota Sumatera Selatan yang memiliki kompleksitas persoalan hukum dan pemerintahan cukup tinggi.
Pergantian pada tiga posisi strategis di Kejati Sumsel Wakajati, Aspidsus dan Asdatun juga diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal, terutama dalam menghadapi berbagai perkara dan tantangan penegakan hukum yang menjadi perhatian publik.
Dalam prosesi tersebut, pengambilan sumpah pejabat eselon II disaksikan Hakim Tinggi Palembang Dr. Erwantoni, S.H., M.H. dan Plh. Kepala Divisi Pelayanan Hukum Bulan Mahardika Subekti, S.H., M.H.
Sementara saksi bagi pejabat eselon III yakni Asisten Bidang Intelijen Moch. Fatria, S.H., M.H. dan Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Agustinus Octavianus Mangontan, S.H., M.H.
Pelantikan ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada para pejabat yang baru mengemban amanah.
Dengan wajah baru di sejumlah posisi strategis, rotasi ini bukan sekadar pergantian kursi. Di bawah kepemimpinan Nurcahyo, penyegaran tersebut menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal.
Kemudian meningkatkan kualitas pelayanan hukum dan penegakan hukum, sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan di Sumatera Selatan.(*)
