KETIK, JAKARTA – Timnas Indonesia U-17 dipastikan gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia U-17 2027 setelah menderita kekalahan 1-3 dari Jepang U-17 pada laga pamungkas Grup B Piala Asia U-17 2026. Pertandingan yang berlangsung di King Abdullah Sport City Training Stadium, Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa (12/5/2026) tersebut sekaligus menempatkan skuad Merah Putih di posisi juru kunci klasemen grup.
Indonesia sebenarnya sempat menunjukkan pertahanan yang solid pada sepuluh menit awal babak pertama. Namun, kebuntuan pecah pada menit ke-24 ketika Ryoma Tsuneyoshi berhasil menaklukkan kiper Mike Rajasa setelah memaksimalkan umpan tarik Rekuto Shiraogawa dari sisi kiri. Keunggulan satu bola untuk Jepang tersebut bertahan hingga turun minum akibat sulitnya barisan depan Indonesia mengembangkan skema permainan.
Memasuki babak kedua, Jepang menambah intensitas serangan dan sukses menggandakan keunggulan pada menit ke-59 melalui tembakan jarak dekat Takeshi Wada. Gol tersebut berawal dari bola muntah hasil antisipasi yang kurang sempurna oleh Mike Rajasa. Harapan bagi Indonesia sempat muncul pada menit ke-70 lewat eksekusi tendangan bebas akurat Peres Tjoe yang bersarang di pojok gawang Jepang dan mengubah skor menjadi 1-2.
Sayangnya, euforia Indonesia tidak bertahan lama karena semenit berselang Jepang langsung merespons dengan gol ketiga. Arata Otamoto yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil menuntaskan umpan silang mendatar untuk memperlebar jarak menjadi 3-1. Meski serangan Indonesia mulai mengalir lebih deras dan menciptakan beberapa peluang di sepuluh menit terakhir laga, skor tetap tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini membuat Indonesia harus puas mengakhiri fase grup di posisi terbawah meski sama-sama mengoleksi tiga poin dengan China dan Qatar, namun kalah dalam perhitungan selisih gol. Dengan demikian, Jepang melaju sebagai juara grup didampingi China sebagai runner-up. Kekalahan ini sekaligus menutup peluang Indonesia untuk merebut tiket ke Piala Dunia U-17 tahun depan, mengingat jatah kelolosan hanya diberikan kepada dua tim teratas dari masing-masing grup. (*)
