KETIK, JOMBANG – Steering Committee (SC) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meninjau kesiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 18 Juli 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas menjelang forum permusyawaratan tertinggi organisasi, yakni Muktamar ke-35 NU, yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Ketua SC Muktamar ke-35 NU yang juga Katib 'Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori, bersama jajaran panitia pusat meninjau sejumlah lokasi strategis, antara lain lahan parkir, area bazar, serta berbagai fasilitas pendukung yang masih berada pada tahap akhir penyelesaian, termasuk pengurukan lahan.
Sebelum melakukan peninjauan lapangan, rombongan panitia pusat berziarah ke makam salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Chasbullah, di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Selanjutnya, rombongan bersilaturahmi dengan pengasuh pondok dan panitia lokal.
"Kami dari panitia pusat hari ini berkunjung ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang yang insyaallah akan menjadi tempat penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU pada 27 sampai 31 Agustus mendatang," kata KH Ahmad Said Asrori.
Ia mengatakan ziarah kepada para pendiri NU menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan muktamar sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama.
Setelah itu, rombongan bertemu dengan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Hasib Wahab, dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh, untuk membahas perkembangan persiapan pelaksanaan muktamar.
Berdasarkan hasil peninjauan, SC PBNU menilai kesiapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU berjalan sesuai rencana.
"Alhamdulillah, Pondok Bahrul Ulum benar-benar telah menyatakan kesiapan dan kesediaannya menjadi tuan rumah perhelatan besar ini. Kita berharap muktamar nanti berjalan dengan baik, sukses, berkah, dan membawa manfaat bagi warga NU, pesantren, bangsa, dan negara," ujar KH Ahmad Said Asrori.
Menurut dia, Muktamar ke-35 NU akan menjadi forum strategis untuk membahas berbagai isu keagamaan dan kebangsaan, sejalan dengan amanah diniyah dan wathaniyah yang diemban Nahdlatul Ulama sejak berdiri.
Selain meninjau kesiapan fisik, panitia pusat juga memastikan penyusunan materi persidangan terus berjalan. Berbagai usulan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta para pengasuh pesantren telah dihimpun sebagai bahan pembahasan dalam muktamar.
"Sebagian materi telah dibahas dalam Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso. Sementara agenda yang belum selesai akan menjadi pembahasan dalam Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang," katanya.
KH Ahmad Said Asrori juga mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang yang dinilai menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut penyelenggaraan muktamar.
Menurut dia, PCNU Jombang, MWCNU, ranting NU, keluarga besar pesantren, hingga masyarakat setempat telah mempersiapkan diri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta, peninjau, dan tamu undangan yang akan hadir.
Ia menambahkan, semangat utama yang dibangun panitia adalah ikramud dhuyuf atau memuliakan tamu sehingga seluruh muktamirin dan pengunjung dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan nyaman.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan seluruh struktur panitia lokal telah terbentuk dan bekerja menyiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan muktamar.
Menurutnya, panitia lokal melibatkan guru, santri senior, alumni, keluarga besar pesantren, serta unsur Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang.
"Secara umum pekerjaan infrastruktur telah selesai. Saat ini tinggal tahap akhir berupa pengurukan lahan parkir dan area bazar yang sebelumnya telah disurvei oleh tim PBNU," ujarnya.
Ia menambahkan, fasilitas dasar, termasuk sarana mandi, cuci, kakus (MCK), lokasi sidang, hingga area pembukaan telah siap digunakan.
"Untuk kesiapan fasilitas, kami bisa katakan sudah 100 persen. Sekarang tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan teknis terakhir," kata KH Abdurrozaq Sholeh.
.png)