KETIK, JOMBANG – Penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) langsung memicu lonjakan aktivitas ekonomi.
Belum sebulan menjelang pelaksanaan muktamar, hotel-hotel mulai penuh dipesan, sementara rumah warga di sekitar lokasi acara laris disewa dengan tarif hingga Rp10 juta per pekan.
Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Azana Hotel Jombang. Hotel berbintang empat tersebut mengaku seluruh kamar yang disiapkan untuk peserta Muktamar NU pada 26-31 Agustus 2026 habis terpesan hanya dalam hitungan jam setelah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan Tambakberas sebagai lokasi penyelenggaraan muktamar.
Sales Marketing Manager Azana Hotel Jombang, Adi Hermawan, mengatakan reservasi mulai masuk pada Kamis malam, 7 Juli 2026, tak lama setelah pengumuman resmi disampaikan.
"Kami menyiapkan sekitar 62 kamar untuk kegiatan Muktamar NU. Setelah pengumuman sekitar pukul 21.00 WIB, pemesanan langsung masuk mulai pukul 22.00 hingga 23.00 WIB. Keesokan paginya kami sudah banyak menolak permintaan reservasi untuk tanggal tersebut," kata Adi kepada wartawan, Sabtu, 11 Juli 2026.
Menurut Adi, seluruh kamar telah terpesan untuk periode 26 hingga 31 Agustus 2026. Mayoritas pemesan berasal dari Jakarta, disusul sejumlah daerah lain yang akan mengirimkan peserta maupun tamu undangan ke forum tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama tersebut.
Tingginya permintaan membuat manajemen melakukan penyesuaian tarif kamar.
"Harga kamar naik sekitar 20 sampai 25 persen dari tarif normal. Saat ini rata-rata sekitar Rp750 ribu per malam," ujarnya.
Tak hanya tarif kamar, harga sewa extra bed juga ikut naik dari Rp250 ribu menjadi Rp350 ribu.
"Momentum ini hanya berlangsung lima tahun sekali sehingga tarif extra bed juga kami sesuaikan menjadi Rp350 ribu," imbuhnya.
Meski okupansi dipastikan penuh, pihak hotel belum berencana menambah jumlah karyawan. Menurut Adi, tenaga kerja yang ada saat ini masih cukup untuk melayani tamu selama muktamar berlangsung.
Selain menguntungkan industri perhotelan, Muktamar NU juga membawa berkah bagi warga di sekitar kawasan Tambakberas. Permintaan rumah sewa melonjak seiring kebutuhan tempat menginap bagi peserta dan tamu yang datang dari berbagai daerah.
Salah seorang warga Perumahan Bahrul Ulum Menara Asri, Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang, Siti Nur Hayati, mengaku rumah-rumah di lingkungannya mulai banyak diburu calon penyewa.
"Alhamdulillah mulai banyak yang mencari, dan juga sudah banyak yang inden di sini," ujar Siti.
Menurutnya, calon penyewa datang melalui berbagai cara. Ada yang menghubungi lewat WhatsApp, ada pula yang datang langsung untuk melihat kondisi rumah.
Menariknya, rumah yang disewakan tidak selalu dalam kondisi kosong. Sebagian pemilik rumah memilih sementara pindah ke rumah orang tua atau kerabat agar rumah mereka bisa digunakan oleh tamu muktamar.
"Yang punya rumah biasanya sementara tinggal di rumah orang tua atau saudara. Ini juga sebagai bentuk dukungan agar pelaksanaan Muktamar NU berjalan lancar," katanya.
Siti mengaku akan melakukan hal serupa jika rumahnya jadi disewa.
"Insyaallah saya sementara tinggal di rumah adik dan orang tua," ucapnya.
Untuk tarif, harga sewa rumah di sekitar Tambakberas saat ini berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta untuk masa sewa sekitar satu minggu.
"Untuk saat ini kisarannya sekitar Rp5 juta sampai Rp10 juta per minggu," jelasnya.
Menurut Siti, tingginya minat penyewa tidak lepas dari lokasi perumahan yang dekat dengan area kegiatan muktamar.
"Lokasinya cukup strategis, sekitar 500 meter dari area parkir dan lokasi kegiatan. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki," katanya.
Sebagai informasi, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026. Agenda lima tahunan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 6.000 peserta resmi, peninjau, dan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.
Kehadiran ribuan peserta itu diproyeksikan memberi efek ekonomi yang besar bagi Jombang, mulai sektor perhotelan, rumah sewa, kuliner, transportasi hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi muktamar.(*)
.png)