Gunung Bokong, Destinasi Favorit Pendaki Pemula dengan Jalur Trekking yang Ramah

19 Juli 2026 06:00 19 Jul 2026 06:00

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gunung Bokong, Destinasi Favorit Pendaki Pemula dengan Jalur Trekking yang Ramah

Sejumlah pendaki mengantre untuk berfoto di papan penanda Puncak Gunung Bokong dengan latar panorama pegunungan yang menjadi daya tarik utama destinasi pendakian di Kota Batu. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, BATU – Gunung Bokong bisa menjadi pilihan tepat bagi para pendaki pemula. Jalurnya yang relatif landai dengan ketinggian 1.746 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadikan gunung ini ramah bagi pendaki pemula. Tak heran jika wisatawan dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, kerap memilih gunung ini sebagai destinasi pendakian.

Kota Batu memang dikenal memiliki sejumlah gunung yang menjadi incaran para pendaki. Salah satunya adalah Gunung Bokong yang berada di Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Gunung ini merupakan bagian dari kawasan Gunung Panderman dan menawarkan jalur pendakian yang relatif mudah dibandingkan gunung-gunung lain di sekitarnya.

Untuk mencapai titik awal pendakian, pengunjung yang menggunakan sepeda motor matik harus memarkir kendaraannya di area Parkir Motor Matik Basecamp Panderman-Buthak. Dari sana, perjalanan dilanjutkan menggunakan jasa ojek menuju basecamp dengan tarif Rp20 ribu sekali jalan.

Sesampainya di basecamp, pendaki wajib memesan tiket melalui aplikasi TiketPendakian, kemudian melakukan pembayaran di loket. Harga tiket pendakian sebesar Rp25 ribu per orang.

Setelah pembayaran, petugas akan memberikan panduan berupa tautan digital yang berisi jalur pendakian, peta, serta nomor darurat yang dapat dihubungi apabila terjadi keadaan darurat selama pendakian.

Sepanjang perjalanan menuju puncak, pendaki akan disuguhi rindangnya pepohonan dan udara pegunungan yang sejuk. Di jalur pendakian, pendaki juga kerap berpapasan dengan rombongan yang sedang turun maupun naik.

Pendaki pemula tidak perlu terlalu khawatir tersesat. Selain tersedia peta digital, jalur ini cukup ramai dilalui pendaki sehingga apabila mengalami kebingungan, biasanya ada pendaki lain yang bersedia membantu menunjukkan arah.

Gunung Bokong juga menjadi lokasi favorit bagi pelari trail running. Karena itu, jalur pendakiannya hampir selalu ramai, terutama saat akhir pekan.

Setelah berjalan beberapa waktu, pendaki akan tiba di Pos 1. Di lokasi ini terdapat warung yang menjual berbagai makanan, mulai mi instan, gorengan, hingga nasi pecel, serta aneka minuman hangat maupun dingin.

Meski begitu, pendaki diimbau berhati-hati saat membawa makanan karena kawasan Pos 1 menjadi habitat sejumlah monyet liar yang kerap mendekati pengunjung.

Selain warung, Pos 1 juga memiliki toilet estetik yang sempat viral di media sosial. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan pendaki untuk beristirahat, mencuci tangan atau wajah, maupun menggunakan toilet sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pos 2, Pos 3, hingga akhirnya mencapai puncak.

Sesampainya di puncak, pendaki akan disuguhi panorama pegunungan dengan hamparan awan yang membentang di cakrawala. Pemandangan tersebut menjadi daya tarik utama sekaligus spot favorit untuk berfoto.

Tak sedikit pendaki yang mengabadikan momen di papan penanda puncak sebagai bukti telah mencapai Gunung Bokong. Karena tingginya minat pengunjung, antrean untuk berfoto di lokasi tersebut kerap terjadi.

Sebelum turun, setiap pendaki diingatkan untuk membawa kembali seluruh sampah yang dihasilkan selama pendakian. Di basecamp, petugas akan melakukan pengecekan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan Gunung Bokong.

Dengan jalur yang relatif landai, panorama alam yang indah, serta fasilitas yang memadai, Gunung Bokong menjadi salah satu destinasi yang cocok bagi siapa saja yang ingin merasakan pengalaman pertama mendaki gunung.

Tombol Google News

Tags:

Gunung Bokong Wisata Alam Batu Kota Wisata Batu Kota Batu