Di EEF ke-11 Vladivostok Rusia, Prabowo: Indonesia Tak Berpihak pada Blok Kekuatan Mana Pun

3 September 2026 22:04 3 Sep 2026 22:04

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Di EEF ke-11 Vladivostok Rusia, Prabowo: Indonesia Tak Berpihak pada Blok Kekuatan Mana Pun

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis, 3 September 2026. (Foto: BPMI Setpres)

KETIK, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan Indonesia terbuka membangun hubungan dan kerja sama dengan semua negara serta kekuatan besar dunia, tetapi tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk menghadapi kelompok lainnya.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis, 3 September 2026.

Presiden Prabowo mengatakan keterbukaan merupakan bagian dari kebijakan Indonesia yang telah dijalankan selama beberapa dekade. Indonesia, kata dia, senantiasa mengedepankan hubungan yang baik dengan seluruh negara dan kekuatan besar.

“Indonesia telah sangat terbuka selama beberapa dekade. Kami terbuka mengenai kebijakan-kebijakan kami. Kami selalu mengatakan bahwa kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar. Kami, berdasarkan tradisi, kami nonblok. Seperti yang saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Kami menghormati semua kekuatan,” ujar Presiden Prabowo, dikutip dari laman resmi.

Dalam bidang ekonomi, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki sikap independen sekaligus terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh mitra.

Indonesia juga menawarkan hubungan perdagangan yang adil kepada negara-negara yang ingin menjalin kerja sama.

“Secara ekonomi, kami juga independen, dan kami ingin bekerja sama dengan semua sahabat kami. Kami ingin bekerja sama dengan semua negara. Hal ini sangat terbuka sejak hari pertama. Dalam semua negosiasi kami dengan semua mitra kami, mereka mengetahui hal ini dan kami menawarkan perdagangan yang adil,” imbuh Kepala Negara.

Presiden Prabowo menegaskan keterbukaan Indonesia tidak berarti negara tersebut akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk berhadapan dengan kelompok lainnya.

“Namun, seperti yang saya katakan, karena kami sangat terbuka, semua orang tahu, semua pihak tahu bahwa kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lain. Kami akan memperlakukan semua orang yang ingin datang ke Indonesia secara adil,” tutur Presiden Prabowo.

“Kami akan memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang yang datang ke Indonesia dan kami bernegosiasi. Kami tidak ingin mengancam siapa pun. Jadi, itulah posisi kami,” lanjutnya.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya membangun jembatan antarnegara di tengah situasi global yang semakin terfragmentasi.

Menurutnya, perdagangan, rantai pasok, dan sektor keuangan menghadapi tantangan akibat meningkatnya rasa saling curiga antarnegara.

“Kita bertemu di saat yang penuh tantangan. Saat ini, perdagangan kerap dijadikan senjata, rantai pasok dibentuk ulang oleh rasa saling curiga, dan sektor keuangan terkotak-kotak secara geografis. Justru karena dunia sedang terfragmentasi, setiap jembatan yang dibangun di sini—baik di bidang pangan, energi, sains, logistik, maupun perdagangan—merupakan sebuah jawaban nyata,” ucapnya.

Presiden Prabowo juga menyampaikan pandangan Indonesia mengenai Global South.

Menurutnya, Global South bukanlah sebuah blok baru, melainkan wadah perjuangan untuk mendorong keadilan dalam pembagian kesejahteraan dan suara yang setara dalam perumusan aturan global.

“Global South bukanlah sebuah blok baru. Ini adalah wadah perjuangan demi keadilan, baik terkait pembagian kesejahteraan yang adil maupun suara yang setara dalam perumusan aturan global,” tuturnya.

Presiden menegaskan Indonesia siap mendukung setiap upaya tulus untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi di wilayah yang masih dilanda konflik.(*)

Tombol Google News

Tags:

Prabowo Subianto Indonesia Nonblok Politik Luar Negeri Rusia Indonesia Global South Aliansi Militer Eastern Economic Forum Vladivostok Rusia Berita Vladivostok Info Vladivostok