Pasar Modal Bergairah dan Kredit Tumbuh Rp112 T, OJK Sebut Ekonomi Malang Solid

16 Agustus 2026 15:52 16 Agt 2026 15:52

Aziz Mahrizal

Editor
Thumbnail Pasar Modal Bergairah dan Kredit Tumbuh Rp112 T, OJK Sebut Ekonomi Malang Solid

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan. (Foto: dok. ketik.com)

KETIK, MALANG – Kinerja dan stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang hingga pertengahan 2026 tercatat tetap terjaga dan tumbuh positif. Penyaluran kredit perbankan melonjak hingga mencapai Rp112,09 triliun per Juni 2026. 

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyampaikan bahwa penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan di wilayah Malang Raya dan sekitarnya mengalami kenaikan sebesar 3,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per Juni 2026. Nilai tersebut tumbuh dari Rp108,48 triliun pada Juni 2025 menjadi Rp112,09 triliun pada Juni 2026. 

“Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 7,32 persen yoy namun mayoritas kredit di wilayah kerja OJK Malang masih disalurkan untuk penggunaan Modal Kerja yang mencapai Rp45,50 triliun/porsi atau 40,59 persen,” ujar Farid melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 16 Agustus 2026.

Dari sisi penyerapan sektor usaha, penyaluran kredit terfokus pada tiga sektor utama, yaitu Sektor Rumah Tangga sebesar Rp32,81 triliun (porsi 29,27 persen), Sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar Rp21,24 triliun (porsi 18,95 persen), dan Sektor Industri Pengolahan sebesar Rp20,76 triliun (porsi 18,52 persen). 

Sejalan dengan penyaluran kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik 3,85 persen (yoy) menjadi Rp106,78 triliun. Sementara itu, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kota Malang tercatat sebagai tiga wilayah penyalur kredit terbesar. 

Pertumbuhan signifikan juga terjadi di sektor pasar modal. Jumlah investor di wilayah kerja OJK Malang menunjukkan tren peningkatan yang kuat. Total Single Investor Identification (SID) hingga akhir Mei 2026 menyentuh angka 560.569 SID, melonjak 76,85 persen (yoy). 

Pertumbuhan tertinggi disumbang oleh instrumen reksa dana dan produk investasi terkait lewat platform S-INVEST. 

“Peningkatan tertinggi berdasarkan jumlah SID ditunjukkan oleh SID S-INVEST yang mencapai 534.373 SID per 30 Juni 2026 atau tumbuh 78,69 persen yoy,” ungkapnya.

S-INVEST merupakan platform elektronik yang mendukung aktivitas penyelesaian transaksi reksa dana dan produk investasi lain yang tercatat dalam S-INVEST.

Aktivitas perdagangan saham pun mengalami kenaikan drastis. Nilai transaksi saham melonjak hingga 186,67 persen (yoy), diiringi dengan lonjakan frekuensi transaksi sebesar 379,12 persen (yoy) dan volume transaksi yang naik 319,46 persen (yoy). (*)

Tombol Google News

Tags:

OJK Malang Farid Faletehan Kredit Perbankan Malang Pasar Modal Malang Raya Ekonomi Malang Raya