KETIK, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.576 kali gempa susulan (aftershocks) menguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa utama bermagnitudo 7,7. Data pemutakhiran tersebut dihimpun hingga Senin, 17 Agustus 2026, pukul 06.00 WIB.
Berdasarkan analisis seismisitas BMKG, frekuensi gempa susulan menunjukkan kekuatan yang bervariasi dengan tren yang terus dipantau secara ketat.
Rincian Data Aktivitas Gempa Susulan (BMKG):
- Total Kejadian: 1.576 kali gempa susulan
- Magnitudo Terbesar: M 6,2
- Magnitudo Terkecil: M 1,3
- Gempa Signifikan (M ≥ 5,0): 19 kali
- Gempa Dirasakan: 54 kali
Aktivitas gempa susulan merupakan proses pelepasan energi yang lazim terjadi setelah gempa bumi bernilai magnitudo besar menuju kondisi sesar yang lebih stabil.
BMKG tetap mengimbau masyarakat di kawasan terdampak Flores untuk senantiasa waspada terhadap potensi kerusakan bangunan akibat guncangan berulang, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*)
.png)