KETIK, PALEMBANG – Ancaman gelombang uap panas yang bersanding dengan pekatnya kabut asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kian nyata mengancam keselamatan serta kesehatan jutaan warga Kota Palembang dan sekitarnya pada akhir September 2026.
Meski hujan sempat mengguyur sebagian kawasan beberapa waktu lalu, kobaran api di wilayah Sumatera Selatan bukannya mereda, melainkan justru semakin meluas. Kabut asap tebal bercampur hawa menyengat kini menyelimuti area pemukiman hingga pusat kota.
Kebakaran tak hanya membakar wilayah lahan gambut dan perkotaan, tetapi juga menerjang kawasan konservasi penting. Taman Nasional yang menjadi habitat satwa dilindungi seperti burung dan harimau, hingga wilayah Suaka Margasatwa yang menjadi tempat berkembang biak gajah, tak luput dari amukan si jago merah.
Tim Satgas Gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, serta instansi terkait lainnya terus berjibaku di lapangan melakukan pemadaman darat maupun udara.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (BPKHL) Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, membenarkan bahwa personel Manggala Agni saat ini sedang bekerja ekstra keras menangani sebaran titik api di berbagai kabupaten.
"Manggala Agni tengah menangani kebakaran di Ogan Ilir area Sungai Rambutan; Kabupaten OKI di area Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan (Riding Pangkalan Lampam), Sungai Bungin, dan Pedamaran; Kabupaten Banyuasin di area Sembawa dan SM Padang Sugihan (Sebokor, PKG); Kabupaten Muara Enim di area Gumai Gelumbang; serta Kabupaten Musi Banyuasin di area Muara Merang," papar Ferdian melalui pesan resminya, Rabu (30/9/2026).
Ferdian menambahkan, titik api di Kabupaten OKI tercatat menjadi salah satu yang paling luas. Pihaknya belum dapat memastikan total luas lahan yang terbakar secara rinci karena fokus utama saat ini adalah pemadaman.
"Untuk luasannya, setelah selesai dan asap clear baru bisa kita hitung lengkap. Lokasi tersebut juga berbatasan langsung dengan area perusahaan. Kondisi kemarin siang waktu saya di lokasi, asap sangat tebal dan arah angin terus berubah-ubah," pungkas Ferdian.
Masyarakat Kota Palembang dan sekitarnya diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta wajib menggunakan masker guna mengantisipasi paparan ISPA akibat buruknya kualitas udara. (*)
