Sekolah-Sekolah di Aceh Bangkit: Revitalisasi Pulihkan Ruang Belajar Pascabencana

24 Juni 2026 15:01 24 Jun 2026 15:01

Virmin Carlo J., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sekolah-Sekolah di Aceh Bangkit: Revitalisasi Pulihkan Ruang Belajar Pascabencana

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti melalui program revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi yang digerakkan bersama Pemerintah Aceh dan TNI, sekolah-sekolah terdampak. (Foto: humas Kemendikdasmen)

KETIK, SURABAYA – Banjir yang melanda Aceh tak hanya merusak permukiman dan infrastruktur jalan, tetapi juga melumpuhkan ribuan ruang belajar. Kini, melalui program revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi yang digerakkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Pemerintah Aceh dan TNI, sekolah-sekolah terdampak mulai pulih.

Tercatat 3.120 sekolah di Aceh terdampak bencana. Dari jumlah itu, 2.920 sekolah sudah masuk tahap penanganan, 188 sekolah mengalami kerusakan berat, dan 63 sekolah harus direlokasi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menargetkan sebagian besar sekolah rampung sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai. "Untuk sekolah yang lokasinya masih dapat digunakan, sebagian besar sudah dibangun dan bahkan ada yang telah selesai dikerjakan," ujarnya. 

Selama proses pembangunan, pemerintah menyediakan ruang kelas darurat agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti.

“Proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi harus diselesaikan secepatnya sehingga anak-anak Aceh dapat kembali belajar sebagaimana mestinya di sekolah,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa penggunaan kelas darurat bukan berarti sekolah-sekolah tersebut tidak ditangani.

“Supaya proses pembelajaran tetap terjadi, kami melakukan langkah-langkah darurat bagi sekolah yang bangunannya tidak dapat digunakan. Jadi, bukan berarti tidak ada intervensi pemerintah,” ujarnya.

Kini, hasil revitalisasi mulai terlihat. Di SMKN 3 Sigli, adanya Ruang Praktik Siswa (RPS) telah mengubah pengalaman belajar siswa. Sekolah tersebut menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp2,6 miliar pada 2025 dan kembali memperoleh bantuan Rp1,6 miliar pada 2026. 

“Kami sangat bersyukur atas program revitalisasi ini. Sarana dan prasarana yang dibangun sangat mendukung proses pembelajaran sehingga murid lebih nyaman belajar,” kata Kepala SMKN 3 Sigli, Iskandar.

Di Aceh sendiri, jurusan TKPI hanya ada di tiga sekolah yaitu SMKN 3 Sigli, Kabupaten Pidie; SMK Negeri 1 Jeunieb, Kabupaten Bireun; SMKN 4 Langsa, Kota Langsa.

Salah satu menu revitalisasi yang diperoleh SMKN 3 Sigli yakni RPS, menurut Iskandar, RPS menjadi fasilitas yang paling dirasakan manfaatnya khususnya bagi Jurusan Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI). Jurusan ini adalah program keahlian yang mempersiapkan siswa untuk menjadi profesional di bidang mesin kapal perikanan dan teknologi perikanan.

Ketua Jurusan TKPI di SMKN 3 Sigli, Safrina mengatakan, “Keberadaan fasilitas praktik sangat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan di bidang permesinan kapal, sehingga mereka memiliki bekal yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja.”

“Alhamdulillah, pada tahun 2025 kami mendapatkan bantuan berupa trainer praktik. Nah, itu bisa mempercepat proses belajar mengajar karena kami dapat langsung menunjukkan kepada siswa bagaimana peralatan yang digunakan di industri dan perkapalan," imbuhnya. 

Fairuz, murid SMKN 3 Sigli juga mengatakan, "Dengan adanya gedung baru, kami jadi lebih enak belajar karena tidak banyak debu lagi dan ruangannya lebih luas," kata murid kelas XI Jurusan TKPI ini. 

Perubahan positif juga dirasakan langsung oleh Cut Indah Sari. “Pembangunan gedung ini membuat kami memiliki harapan dan peluang yang lebih besar untuk masa depan. Dengan fasilitas yang lebih baik, kami semakin semangat belajar dan meningkatkan keterampilan,” tuturnya yang juga murid SMKN 3 Sigli.

Sementara itu, Khayla kini dapat belajar di ruang kelas yang lebih aman dan nyaman. Bahkan sekolahnya telah memiliki musala baru. “Setelah direnovasi, ruang belajar kami jauh lebih baik. Kami juga sudah memiliki musala dan dapat melaksanakan salat Zuhur berjamaah setiap hari,” katanya.

Bagi anak-anak Aceh, revitalisasi sekolah menjadi simbol bangkitnya harapan bahwa setelah bencana berlalu, masa depan tetap bisa dibangun dari ruang kelas yang kembali berdiri kokoh. (*)

Tombol Google News

Tags:

Aceh Bangkit Sekolah Aceh Revitalisasi Sekolah Ruang Belajar Sekolah Tangguh Aceh Peduli