KETIK, SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memperketat pengawasan jalur dan operasional kereta api menyusul potensi cuaca ekstrem berupa hujan intensitas tinggi yang dapat memicu genangan hingga banjir di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Sebagai langkah antisipasi, KAI Daop 8 Surabaya mengimbau seluruh pelanggan untuk meningkatkan kewaspadaan dan merencanakan perjalanan secara lebih cermat. Kondisi cuaca ekstrem dinilai tidak hanya berpotensi mengganggu operasional di lintas rel, tetapi juga akses menuju stasiun yang dapat terdampak kemacetan, genangan air, maupun keterlambatan transportasi lanjutan.
Pelaksana Harian Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Reynold Parulian Napitupulu, mengimbau pelanggan agar tiba lebih awal di stasiun, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.
"Kami mengimbau pelanggan untuk mengatur waktu perjalanan menuju stasiun, terutama saat hujan deras atau potensi banjir. Dengan datang lebih awal, pelanggan dapat menghindari risiko keterlambatan dan tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman," ujarnya.
Untuk mengantisipasi gangguan operasional, KAI Daop 8 Surabaya secara rutin memantau kondisi cuaca dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pihak kewilayahan setempat.
KAI Daop 8 Surabaya secara proaktif melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api. Upaya tersebut meliputi peningkatan pemantauan kondisi lintas secara berkala, terutama pada titik-titik yang rawan genangan dan banjir, serta penempatan petugas siaga di sejumlah stasiun dan wilayah operasional.
Selain itu, KAI juga memperkuat koordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat respons apabila terjadi gangguan di lapangan, sehingga setiap potensi risiko dapat ditangani secara cepat dan tepat.
"KAI Daop 8 Surabaya menegaskan bahwa koordinasi dan kesiapsiagaan akan terus ditingkatkan guna memastikan perjalanan kereta api tetap berjalan dengan selamat, aman, dan andal di tengah potensi cuaca ekstrem yang terjadi," tutup Reynold. (*)
.png)