Kemarau Panjang di Obi Halsel, Debit Sumber Air PDAM Menurun

30 September 2026 17:32 30 Sep 2026 17:32

Riman La M., Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kemarau Panjang di Obi Halsel, Debit Sumber Air PDAM Menurun

Kepala desa buton, petugas PDAM, pemerintah kecamatan Obi dan Anggota Koramil kecamatan Obi saat berada di lokasi. (Foto RIMAN/Ketik)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Kemarau panjang yang melanda Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, mulai berdampak pada ketersediaan air bersih masyarakat. Debit air pada sumber utama yang menjadi pemasok jaringan PDAM dilaporkan terus mengalami penurunan.

Kondisi tersebut terpantau saat Pemerintah Desa Buton bersama Pemerintah Kecamatan Obi, Petugas PDAM Kecamatan Obi dan Anggota Koramil Obi. melakukan pemantauan langsung ke sumber air dan bak induk PDAM pada Rabu, 30 September 2026.

Dari hasil pantauan di lapangan, debit udara yang mengalir ke bak induk mengalami penurunan. Bahkan, pipa induk yang sebelumnya berada di dalam aliran air kini terlihat tidak lagi terendam dan tampak menggantung akibat menyusutnya debit sumber air.

Kondisi tersebut berdampak terhadap distribusi udara ke masyarakat. Aliran air yang sebelumnya dapat digunakan warga melalui jaringan PDAM kini tidak lagi mengalir seperti kondisi normal.

Kepala Desa Buton, Amir La Siti, mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengancam kelestarian kawasan sumber mata air.

Ia meminta warga untuk tidak membuka lahan di sekitar sumber air atau kawasan yang dikenal masyarakat sebagai kepala air. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

“Saya berharap agar masyarakat tetap menjaga lingkungan dengan cara tidak membuka lahan di sekitar sumber air atau kepala air dan tidak membakar sembarangan, agar hutan di sekitar sumber air tetap terjaga,” ujar Amir La Siti.

Menurutnya, menjaga kawasan hutan di sekitar sumber air merupakan tanggung jawab bersama. Kondisi kemarau yang berlangsung panjang menunjukkan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pipa Induk Mulai Tak Terendam. Hasil pemantauan pada Rabu, 30 September 2026, menampilkan kondisi sumber udara yang mengalami penyusutan. Pipa induk yang sebelumnya berada dalam aliran air kini terlihat karena debit udara semakin berkurang.

Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Desa Buton dan Pemerintah Kecamatan Obi, karena sumber air tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat yang menggunakan jaringan PDAM.

Jika kondisi kemarau terus berlangsung dan debit sumber udara semakin menurun, gangguan distribusi udara berpotensi terus berlanjut.

Pemerintah Desa Buton mengajak masyarakat untuk menjaga kawasan hutan dan sumber air secara bersama-sama, termasuk menghindari pembukaan lahan serta aktivitas pembakaran di sekitar kawasan sumber air.

Kelestarian kawasan hulu dan sumber mata air menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan udara bagi masyarakat, khususnya ketika musim kemarau melanda wilayah Obi. (*)

Tombol Google News

Tags:

PDAM