KETIK, SURABAYA – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenhaj Jatim) mulai mempersiapkan musim Haji 2027, salah satunya melalui Embarkasi Dhoho, Kediri.
Rencana membuka tambahan Embarkasi Haji 2027 di Jawa Timur ini sebenarnya sudah dilakukan mulai musim Haji 2026. Kendati demikian, prosesnya belum dapat dilakukan karena belum dinyatakan siap.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim, Mahmudi mengatakan, Embarkasi Dhoho Kediri nantinya bakal melayani sekitar 10.600 Jemaah Calon Haji (JCH) 2027.
"Kami sudah buat skema. Jadi Embarkasi Dhoho, mudah-mudahan sudah siapkan jemaahnya," kata Mahmudi ketika ditemui di Asrama Haji Surabaya.
Sebanyak 10.600 JCH yang berangkat dari Bandara Dhoho, Kediri itu berasal dari daerah Mataraman, meliputi Ngawi, Magetan, Madiun, Kota Madiun, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kota Blitar, Bojonegoro dan Jombang.
"Insyaallah akan ada 10.600 jemaah. Lalu, Insyaallah petugasnya 100, sehingga sekitar 10.700," tegasnya.
Sementara itu, pada tempat yang sama. Mahmudi juga mengungkapkan, Kanwil Kemenhaj Jatim juga tengah mengkaji penginapan bagi para JCH 2027 yang berangkat melalui Embarkasi Dhoho Kediri.
"Kami sudah buatkan skema, pertama berbasis hotel. Tapi Insyaallah, kemarin sudah kami tengok (lokasi lain) mana lebih baiknya dan karena representatif kalau itu dipakai, Insyaallah mudah-mudahan pihak Gudang Garam kan ada mess," jelasnya.
Menurutnya mess karyawan pabrik rokok, bisa menjadi salah satu pilihan bagi JCH 2027. Mahmudi menilai, mess karyawan tersebut memenuhi unsur yang dibutuhkan Kanwil Kemenhaj Jatim.
"Sangat representatif, dari segi keamanan, dari segi kenyamanan jemaah itu akan dapat. Tapi memang butuh servis-servis kecil gitu. Insyaallah pakai di situ," ungkapnya.
Saat ini proses administrasi JCH 2027, kata Mahmudi terus berjalan. Ia menerangkan, saat ini tahapannya paspor bagi para calon haji. (*)
