Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah, Harga MinyaKita hingga Beras Premium di Bawah Harga Pasar

21 Oktober 2026 14:53 21 Okt 2026 14:53

Fitra Herdian, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah, Harga MinyaKita hingga Beras Premium di Bawah Harga Pasar

Warga Surabaya memanfaatkan pasar murah di yang diadakan Pemkot di daerah Wonokromo. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar pasar murah serentak yang bertempat di Balai RW 3 Karangrejo Sawah III, Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, Rabu, 21 Oktober 2026.

Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina menjelaskan, sejumlah bahan-bahan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar, mulai dari MinyaKita hingga beras premium.

"MinyaKita dijual seharga Rp15.500 per liter, padahal di luaran harganya bisa mencapai Rp20.000 lebih. Beras SPHP kemasan 5 kg juga kita pasarkan Rp58.000 dari harga pasar yang sudah di atas Rp70.000," kata Nanik.

Pemkot Surabaya juga menyediakan produk beras premium ukuran 5 kg dipatok Rp74.500 dan ukuran 10 kg seharga Rp149.000. Kebutuhan lain seperti telur ayam ras dibanderol Rp23.000 per kg dan gula pasir 450 gram seharga Rp8.000.

“Untuk bumbu dapur, masyarakat bisa mendapatkan bawang merah, bawang putih kating, cabai rawit, maupun cabai merah besar dengan paket hemat serba Rp5.000 per bungkus,” kata Nanik.

Ia menerangkan, kegiatan pasar murah ini diadakan sebagai tindak lanjut edaran Basan Pangan Nasional (Bappenas) untuk menyelenggarakan pasar murah secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, menjelang hari besar keagamaan nasional, Natal dan Tahun Baru (Nataru), Nanik memastikan ketersediaan pangan di Kota Pahlawan berada dalam kondisi aman dan terkendali.

"Alhamdulillah kecukupan pangan di Kota Surabaya aman. Di Surabaya dampaknya inflasi tidak terlalu terasa dibanding daerah lain. Dengan GPM ini, harga barang pokok insyaallah bisa terus kita tekan agar tetap stabil," tambahnya.

Nanik juga menerangkan, pihaknya tidak berfokus pada komoditas bahan pokok saja. Dalam pasar murah yang diselenggarakan Pemkot Surabaya, pihaknya juga memberikan ruang promosi kepada pelaku UMKM kuliner di wilayah setempat, dalam hal ini Wonokromo.

Nanik berharap, melalui kolaborasi antara penyediaan pangan murah dan pemberdayaan usaha mikro ini, daya beli masyarakat tetap terjaga dan stabil. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pemkot Surabaya DKPP Surabaya Nanik sukristina Pasar Wonokromo