Bondowoso Bidik Lompatan Ekonomi, Agroforestry Kopi dan Wisata Alam Jadi Andalan Baru

9 Juli 2026 01:00 9 Jul 2026 01:00

Haryono, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bondowoso Bidik Lompatan Ekonomi, Agroforestry Kopi dan Wisata Alam Jadi Andalan Baru

Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., bersama Administratur Perhutani Bondowoso Misbakhul Munir saat petik merah kopi Arabika di sumber wringin Bondowoso. (Foto: Haryono/Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Pemkab Bondowoso semakin serius mewujudkan kebangkitan daerah sebagai Republik Kopi Reborn. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi bersama Perhutani.

Implementasinya dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan sektor pariwisata sekaligus penyerahan Perjanjian Kerja Sama agroforestry kopi di Kecamatan Sumber Wringin, Rabu, 8 Juli 2026.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan pengembangan sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, hingga pariwisata berbasis masyarakat sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., jajaran Forkopimda, Administratur Perhutani Bondowoso Misbakhul Munir, Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., para staf ahli bupati, Asisten III Setda, kepala perangkat daerah, kepala bagian di lingkungan Setda, serta Camat Sumber Wringin.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian.

Bantuan yang disalurkan meliputi bibit kopi arabika dan robusta, benih padi dan jagung melalui Program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU), paket cangkul Program Belati, hingga bantuan pestisida bagi kelompok tani.

Usai penandatanganan kerja sama, Bupati bersama Forkopimda meninjau sejumlah potensi unggulan di Kecamatan Sumber Wringin, mulai dari peternakan sapi perah, kawasan petik kopi, Central Specialty Coffee Arabika, hingga aset eks Stasiun TVRI yang kini telah dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa kegiatan petik kopi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol dimulainya langkah besar membangun kembali kejayaan kopi Bondowoso.

Menurutnya, pengembangan kopi harus dilakukan secara menyeluruh dengan membangun rantai nilai dari hulu hingga hilir agar petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

"Kami ingin membangun kembali ekosistem perkopian Bondowoso secara menyeluruh, mulai dari budidaya, pendampingan, pembiayaan, standardisasi hingga pemasaran serta memperkuat jejaring dengan para pembeli. Seluruh potensi harus disinergikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah memperoleh fasilitasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar High Level Meeting sektor kopi.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat akses pembiayaan sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem kopi yang berdaya saing.

Sementara itu, Administratur Perhutani Bondowoso, Misbakhul Munir, menjelaskan bahwa kerja sama agroforestry yang disepakati mencakup lahan seluas 343 hektare dengan melibatkan 141 petani.

Selain itu, Perhutani juga memperpanjang kerja sama pengelolaan kawasan wisata hutan sebagai upaya mengoptimalkan potensi wisata alam Bondowoso.

"Kemitraan Perhutani bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) hingga kini telah menjangkau 56 desa dengan sekitar 8.980 petani yang telah terdata. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring proses pendataan di berbagai wilayah," ungkapnya

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, S.P., M.M., memaparkan capaian program bantuan pemerintah sepanjang semester pertama 2026.

Pemerintah telah menyalurkan benih padi unggul kepada 1.014 kelompok tani dengan luas lahan mencapai 12.610 hektare, benih jagung kepada 533 kelompok tani seluas 11.780 hektare, serta bantuan pestisida bagi 888 kelompok tani.

Tak hanya itu, Bondowoso juga memperoleh dukungan dari Kementerian Pertanian berupa program pengembangan perkebunan kopi seluas 1.700 hektare melalui bantuan bibit kopi arabika dan robusta.

Di sektor perkebunan lainnya, pemerintah turut mendorong pengembangan tebu dengan luas areal mencapai 2.352 hektare.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Perhutani, pemerintah pusat, dan seluruh pemangku kepentingan, pengembangan sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, serta pariwisata berbasis masyarakat diharapkan semakin terintegrasi.

Sinergi tersebut diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperluas peluang usaha masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Bondowoso sebagai salah satu sentra kopi unggulan nasional. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bondowoso Berkah AHW Bupati Bondowoso Pemkab Bondowoso Perhutani Bondowoso Adm Bondowoso info bondowoso kabar bondowoso