Torehan Besar UIN Malang! 7 Guru Besar Resmi Dikukuhkan, Ini Deretan Bidang Keilmuannya

Ada yang Fokus Ekologi NU-Muhammadiyah

23 September 2026 16:12 23 Sep 2026 16:12

Nurul Aliyah, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Torehan Besar UIN Malang! 7 Guru Besar Resmi Dikukuhkan, Ini Deretan Bidang Keilmuannya

Tujuh guru besar UIN Malang yang resmi dikukuhkan pada Rabu, 22 September 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi mengukuhkan tujuh guru besar pada Rabu, 23 September 2026 di Aula Pertemuan lantai 5 Rektorat UIN Malang.

Pengukuhan ini menjadi bentuk pencapaian UIN Malang dalam memperkuat mutu akademik internasional serta menambah deretan pakar di bidang keilmuan Islam, hukum, bahasa, dan ekologi. 

Pengukuhan ini juga menjadi momentum penting bagi 7 guru besar UIN Malang yang telah turut berkontribusi pada pengembangan akademik Islam.

Foto Prosesi pengukuhan tujuh guru besar oleh Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Prosesi pengukuhan tujuh guru besar oleh Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Acara akan dibuka secara resmi dibuka Senat UIN Malang, Prof. Dr. Nur Ali, M.Pd., dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Guru Besar oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Associate Professor H. Basri, MA, Ph.D.

Berikut daftar 7 Guru Besar yang resmi dikukuhkan dengan bidang keilmuan dan judul pidato ilmiah mereka:

- Prof. Dr. H. Bisri Mustofa, MA. (Bidang Pendidikan Bahasa Arab)

Judul Pidato: "Dari I‘rāb ke Makna: Menata Ulang Pembelajaran Nahwu untuk Pendidikan Bahasa Arab Abad ke-21"

- Prof. Dr. H. M. Samsul Hady, M.Ag. (Bidang Pemikiran Islam Modern)

Judul Pidato: "Teori Busur Panah Pemikiran Islam Modern: Gerak Tarik dan Lepas Anak Panah"

- Prof. Dr. Bakhruddin Fannani, MA. (Bidang Sosiologi Gerakan Islam)

Judul Pidato: "Rethinking Religion And The Ecological Crisis: Paradigma Eco-Activism Islam dalam Gerakan NU dan Muhammadiyah sebagai Pengawal Ekologi Berkelanjutan di Indonesia"

- Prof. Dr. Zaenul Mahmudi, MA. (Bidang Hukum Kewarisan Islam)

Judul Pidato: "Rekonstruksi Hukum Kewarisan Islam Indonesia Kontemporer"

- Prof. Dr. Nurhadi, MA. (Bidang Strategi Pembelajaran Bahasa Arab)

Judul Pidato: "Strategi Pembelajaran Bahasa Arab di Tengah Arus Perubahan Zaman: Isu Kontemporer, Tantangan Masa Depan, dan Solusi Strategis"

- Prof. Dr. Mamluatul Hasanah, S.Ag. M.Pd. (Bidang Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab)

Judul Pidato:

مِنَ التَّمَرُّرِ إِلَى التَّفَكُّرِ: القراءة العميقة في تعلّم العربية نحو بناء البصيرة والفكر الجديد

خلال بيداغوغية " وعد" (وفرة، عبر اللغات، دراسة النصوص

- Prof. Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag. (Bidang Inovasi Pendidikan Islam)

Judul Pidato: "Inovasi Model Pembelajaran dalam Meningkatkan Spiritualitas Mahasiswa di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang"

Dalam sambutannya, Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar ini bukan hanya seremonial akademik, tetapi tonggak penting dalam perjalanan panjang keilmuan, di mana pengukuhan ini meneguhkan kembali peran UIN Malang dalam membangun peradaban bangsa.

Prof. Ilfi Nur Diana juga menuturkan bahwa pengukuhan guru besar ini adalah amanah moral dan intelektual yang harus dijaga dan disampaikan kepada generasi penerus bangsa dalam menuntut menuju dan kebijaksanaan. Meski telah dikukuhkan sebagai guru besar, mereka tidak boleh berhenti dalam mencari dan menemukan teori-teori baru melalui penelitian yang bermutu.

"Seorang guru besar gunanya menampilkan integritas dan kebijaksanaan yang menjadi diri sejati seorang ilmuwan karena itu guru besar tidak boleh berpuas diri," ujar Bunda Rektor UIN Malang.

Menurutnya, guru besar adalah jabatan tertinggi dalam akademik. Sehingga, harus melakukan transformasi dalam pakar keilmuan dan mampu membimbing mahasiswa dengan sungguh-sungguh serta menjadi teladan dalam keunggulan intelektualitas dan moralnya.

"Maka kehidupan guru besar akan berubah. Mempunyai derajat yang benar-benar tinggu, seperti yang tadi saya sebutkan. Tetapi sebaliknya, jika sama dengan sebelum menjadi guru besar, maka kedudukan guru besar tidak akan berarti apa-apa yakni makni. Mudah-mudahan ini tidak terjadi di lingkungan kampus kita," pungkasnya.

Melalui pengukuhan tujuh guru besar,UIN Malang kembali mengkukuhkan sebagai kampus yang berkualitas dalam penelitian ilmiah. Selain itu, UIN Malang akan terus berkomitmen unuk mendorong para dosen untuk bisa terus menciptakan artikel ilmiah.(*)

Tombol Google News

Tags:

UIN Malang Pengukuhan Guru Besar 7 Guru Besar Kampus Malang UIN Maliki Malang Kota Malang