KETIK, MALANG – Pelaku usaha persewaan kendaraan off-road di Kota Malang memanen berkah dari momentum libur sekolah. Tingginya minat wisatawan berkunjung ke Gunung Bromo mendongkrak angka penyewaan motor trail dan jip secara signifikan dibandingkan hari biasa.
Ferry Miftachul, pemilik Malang Offroad and Trail Organizer East Java mengatakan bahwa periode Februari hingga Agustus 2026 merupakan musim kunjungan teramai ke Bromo. Karakteristik cuaca pada bulan tersebut dinilai sangat ideal bagi wisatawan yang ingin berburu pemandangan matahari terbit.
"Bulan Februari hingga Agustus, memang ramai wisatawan berkunjung ke Gunung Bromo. Ini karena kondisi cuaca dan musimnya ideal," jelasnya, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurutnya, wisatawan lebih memilih sewa motor trail karena lebih fleksibel saat dipakai di Gunung Bromo. Dari total 25 unit trail yang dimilikinya, tipe Honda CRF yang paling dominan disewa.
"Mungkin karena lebih irit, karena rute pulang pergi konsumsi BBM berkisar di angka Rp50 ribu. Sedangkan untuk harga sewanya, mulai Rp180 ribu hingga Rp250 ribu untuk durasi 12 jam," terangnya.
Untuk menjamin keselamatan konsumen, dalam paket sewa itu sudah termasuk helm dan sarung tangan. Apabila ingin memakai perangkat pelindung ekstra, ia juga memiliki opsi sewa tambahan dengan harga mulai Rp10 ribu per barang.
"Kami menyewakan helm tambahan, pelindung siku dan lutut, sarung tangan, sepatu boots. Ini termasuk dalam opsi sewa tambahan, bagi penyewa yang ingin memakai perangkat pelindung ekstra," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan briefing keselamatan berkendara bagi penyewa sebelum melakukan perjalanan. Sehingga, bisa meminimalisasi risiko saat melintasi jalur ekstrem Gunung Bromo.
"Materi safety riding wajib diberikan kepada penyewa sebelum melakukan perjalanan dan termasuk prosedur standar dari kami. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir risiko kecelakaan yang mungkin dapat terjadi saat melintas di jalur ekstrem," tandasnya. (*)
.png)