Ikuti Travel Meet Asia, Disparbud Kabupaten Malang Kenalkan Wisata Selain Bromo ke Buyer Internasional

24 Juni 2026 08:59 24 Jun 2026 08:59

Gumilang

Editor
Thumbnail Ikuti Travel Meet Asia, Disparbud Kabupaten Malang Kenalkan Wisata Selain Bromo ke Buyer Internasional

Kadisparbud Kabupaten Malang Firmando ketika menghadiri TMA 2026. (Foto: Disparbud Kabupaten Malang)

KETIK, MALANG – ‎Promosi destinasi wisata terus digencarkan Disparbud Kabupaten Malang. Terbaru, instansi tersebut menghadiri undangan pembukaan Travel Meet Asia (TMA) 2026 yang didukung oleh Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dan berlangsung pada 23–24 Juni 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue. 

‎Ajang business-to-business (B2B) pariwisata ini menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring kerja sama, memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Malang kepada pasar Asia, serta mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

‎Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Matondang Hasiholan mengatakan, keikutsertaan Kabupaten Malang dalam Travel Meet Asia merupakan bagian dari strategi memperkuat promosi destinasi sebagai bagian dari branding Wonderful Indonesia. 

‎Selain kawasan Bromo, Kabupaten Malang juga memperkenalkan berbagai destinasi unggulan, seperti Coban Sewu, kawasan pantai Malang Selatan, desa wisata, serta kekayaan budaya yang dimiliki. 

‎Sasaran promosi difokuskan pada pasar ASEAN, khususnya Singapura, serta jaringan tour operator, travel agent, dan buyer internasional.

‎"Travel Meet Asia menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Malang kepada asosiasi travel, tour operator, dan buyer internasional. Kami ingin semakin banyak pelaku industri pariwisata mengenal bahwa Kabupaten Malang tidak hanya memiliki Bromo, tetapi juga Coban Sewu, pantai-pantai di Malang Selatan, desa wisata, dan berbagai destinasi unggulan lainnya yang layak menjadi pilihan wisata. Seluruh potensi tersebut kami dorong menjadi bagian dari promosi Wonderful Indonesia yang terintegrasi," ujar Firmando, Rabu 24 Juni 2026.

‎Menurutnya, keikutsertaan dalam forum internasional ini juga dimanfaatkan untuk membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

‎Mulai dari ASITA, pelaku industri pariwisata, hingga sektor perhotelan. Selain memperluas jaringan promosi, forum ini menjadi ruang untuk menerima berbagai masukan dalam rangka pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Malang.

‎"Kami ingin membangun sinergi yang lebih luas dengan asosiasi perjalanan, pelaku industri, hingga jaringan perhotelan. Masukan dari para buyer dan pelaku pariwisata sangat penting sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan produk, pelayanan, dan pengelolaan destinasi sehingga pariwisata Kabupaten Malang semakin kompetitif," ucapnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Disparbud Kabupaten Malang juga berdialog dengan Menteri Pariwisata mengenai strategi pemasaran Coban Sewu sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Malang. 

‎Selain strategi promosi, pembahasan juga mencakup peningkatan keamanan destinasi serta penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata, khususnya para pemandu wisata (guide) yang belum tergabung dalam organisasi profesi.

‎"Kami menyampaikan strategi pengembangan dan pemasaran Coban Sewu agar semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional. Kementerian Pariwisata memberikan dukungan terhadap peningkatan keamanan destinasi serta penguatan kapasitas SDM, khususnya para pemandu wisata agar memiliki kompetensi yang lebih baik dan mampu menjadi bagian dari promosi pariwisata Kabupaten Malang sekaligus Indonesia," kata eks Kasatpol PP Kabupaten Malang ini.

‎Ia berharap keikutsertaan Kabupaten Malang dalam Travel Meet Asia 2026 dapat menghasilkan kerja sama yang berkelanjutan dengan asosiasi perjalanan dan buyer dari berbagai negara, sehingga berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

‎"Harapan kami, semakin banyak asosiasi travel dan buyer yang memasukkan Kabupaten Malang ke dalam paket perjalanan mereka. Dengan demikian, promosi yang dilakukan tidak berhenti pada forum ini, tetapi berlanjut menjadi kunjungan wisata yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan semakin mengukuhkan Kabupaten Malang sebagai destinasi unggulan dalam branding Wonderful Indonesia," tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Disparbud Kabupaten Malang Kabupaten Malang Pemkab Malang Wisata Kabupaten Malang