KETIK, MALANG – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Malang BerGerak di depan Gedung DPRD Kota Malang, mendapat dukungan solidaritas dari masyarakat dan komunitas sosial. Sebuah komunitas sosial bernama Donatur Kolektif, ikut turun ke jalan dengan mendirikan posko logistik makanan dan minuman gratis di sekitar lokasi aksi.
Anggota dari Donatur Kolektif, Azelia, mengungkapkan, hal ini merupakan kali kedua pihaknya hadir untuk mendukung aksi mahasiswa. Diketahui, mereka sebelumnya juga ikut serta pada aksi Amarah Brawijaya yang digelar pada Senin, 15 Juni lalu.
"Jadi, kami ingin support adik-adik mahasiswa ini. Mereka sudah berorasi menyampaikan aspirasi, dan kami punya tenaga, waktu, dan finansial untuk membantu mendukung logistik," jelasnya.
Dirinya menyampaikan, seluruh pendanaan posko logistik ini murni berasal dari donasi masyarakat serta internal komunitas. Dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Threads untuk menggalang bantuan.
"Kami posting di Instagram dan Threads, kemudian banyak yang ikut bantu untuk kirim logistik makanan, minuman dan kue. Ini mengalir terus bantuannya, ada yang dikirim ke basecamp kami di Sawojajar dan ada juga yang langsung dikirim ke posko kami di sini," terangnya.
Pada dukungan aksi kali ini, Donatur Kolektif menyediakan sekitar 200 nasi kotak, es teh, serta berbagai jenis buah-buahan. Para massa aksi dipersilakan datang ke posko dan mengambil logistik yang telah disediakan tersebut.
"Kami sediakan sekitar 200 nasi kotak, minuman es teh dan juga buah-buahan. Snack dan jajanan pasar juga tersedia banyak," tambahnya.
Menariknya, posko logistik ini tidak hanya sekadar membagikan makanan dan minuman gratis, tetapi juga diselipi berbagai pesan kritik kreatif yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan para pembuat kebijakan. Hal ini senada dengan berbagai pamflet sindiran yang dibawa oleh massa aksi.
"Kami juga menempel selebaran di posko bertuliskan "ini es tanpa pakai pajak, ada dari uang rakyat" dan "ini dari rakyat untuk rakyat, makanan beneran gratis". Ini sengaja kami tempel sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah," ungkapnya.
Diketahui, Donatur Kolektif merupakan komunitas yang awalnya terbentuk dari gerakan kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di Gunung Semeru dan Aceh. Komunitas ini dimotori oleh beberapa pegiat sosial di Malang, termasuk sosok Britania Sari yang memang kerap berkecimpung di bidang sosial.
Saat ditanya apakah dukungan logistik serupa juga akan terus dilakukan pada setiap aksi demonstrasi ke depan, Azel mengaku belum bisa memastikan.
"Belum tahu, karena ini juga kali kedua kami ikut serta memberikan dukungan logistik untuk aksi demonstrasi seperti ini," pungkasnya. (*)
.png)