Jawara International Classic Bike Rally 2026 Dimulai, 500 Motor Antik Turing dari Kota Malang Menuju Solo

15 Mei 2026 13:57 15 Mei 2026 13:57

Kukuh Kurniawan, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Jawara International Classic Bike Rally 2026 Dimulai, 500 Motor Antik Turing dari Kota Malang Menuju Solo

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat melepas keberangkatan 500 motor antik peserta Jawara International Classic Bike Rally 2026, Jumat, 15 Mei 2026. (Foto: Kukuh/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Sebanyak 500 motor antik berpartisipasi dalam event Jelajah Warisan Nusantara (Jawara) International Classic Bike Rally 2026. Setelah sebelumnya menjalani pengecekan kondisi (scrutineering), mereka pun diberangkatkan secara serentak dari Balai Kota Malang, Jumat, 15 Mei 2026. 

Selanjutnya, mereka akan melintasi Jalur Lintas Selatan dan menempuh jarak sejauh 458 kilometer menuju titik finisih di Benteng Vastenburg yang berada di Kota Solo. Diperkirakan, mereka akan sampai di lokasi tujuan pada Sabtu, 16 Mei 2026. 

Kegiatan tersebut digagas oleh Motor Antique Club Indonesia (MACI) dan para peserta datang dari berbagai daerah termasuk dari luar negeri seperti Malaysia dan Australia. Bahkan, peserta dari luar negeri ini juga membawa sendiri unit motornya secara langsung. 

Pembina MACI, Nanan Soekarna, mengatakan, Kota Malang sengaja dipilih sebagai titik keberangkatan karena memiliki karakter heritage. Tentunya, karakter tersebut identik dengan motor-motor antik para peserta. 

"Dari Malang yang merupakan kota heritage, sama dengan motornya. Karena motornya sama-sama heritage semua," jelasnya usai melepas keberangkatan peserta Jawara International Classic Bike Rally, Jumat, 15 Mei 2026. 

Dirinya mengungkapkan, Jawara International Classic Bike Rally merupakan event reli berskala internasional pertama yang digelar oleh MACI. Dengan kehadiran peserta dari luar negeri, menjadi bukti bahwa komunitas motor antik di Indonesia mendapat perhatian luas hingga tingkat internasional.

Nanan juga menilai, geliat komunitas motor klasik juga membawa dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Aktivitas restorasi hingga perawatan kendaraan tua mampu menghidupi banyak sektor usaha.

"Motor tua ini menghidupi bengkel, montir, tukang cat, tukang las dan sebagainya. Itu sangat membantu dalam konteks pengembangan ekonomi kreatif," tambahnya. 

Ia juga menegaskan, komunitas otomotif menjadi ruang mempererat persaudaraan dan memperkuat rasa kebersamaan antar anggota. Semangat itu  menjadi modal penting dalam menjaga soliditas komunitas di tengah perkembangan zaman.

Di sisi lain, Kota Malang kini sudah mulai dilirik menjadi tujuan favorit berbagai komunitas otomotif untuk memulai turing menuju Bali maupun kota lain di Indonesia. Tidak hanya MACI, namun sejumlah komunitas otomotif lain juga dikabarkan bakal menggelar agenda serupa dengan titik keberangkatan turing dari Kota Malang. 

"Masih banyak komunitas-komunitas lain yang juga tertarik dengan Kota Malang. Ini menjadi bukti, Kota Malang sebagai titik kumpul bagi komunitas otomotif," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

MACI Balai Kota Malang 500 Motor Antik Kota Malang Event Skala Internasional Titik Keberangkatan