KETIK, KEDIRI – Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran digital kini semakin penting dalam mendukung perkembangan usaha, termasuk di sektor perikanan.
Melihat peluang tersebut, tim mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri turut berkontribusi membantu pengembangan pemasaran digital usaha ikan hias LestaryIndoBetta.
Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa semester 6, yakni Thompson Benaya Margiteva, Muhammad Zaqi Agung Rizki, dan Prasetya Eka Fitriansyah, menjalankan program pendampingan selama satu bulan pada Mei 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di bawah bimbingan Dosen Asyifa Anandya, S.Pi., M.Sc., serta mendapat dukungan dari pemilik usaha LestaryIndoBetta, Agus Toriq Yusuf.
Dalam program tersebut, mahasiswa berfokus pada pembuatan konten promosi digital untuk memperkenalkan berbagai produk ikan hias yang dipasarkan oleh LestaryIndoBetta. Pemanfaatan media sosial dinilai menjadi strategi yang efektif untuk menjangkau calon konsumen dari berbagai daerah secara lebih cepat dan luas.
Untuk menarik perhatian pengguna media sosial, tim mahasiswa mengusung konsep komedi yang disesuaikan dengan tren konten digital saat ini. Berbagai video promosi yang dihasilkan kemudian diunggah melalui akun TikTok pemasaran LestaryIndoBetta, yakni Andalun Betta Gallery.
Proses pembuatan konten diawali dengan identifikasi produk ikan hias yang akan dipromosikan. Selanjutnya, tim melakukan diskusi untuk menentukan konsep video, mencari referensi, menganalisis tren media sosial, hingga menyusun teknik pengambilan gambar yang sesuai dengan karakter audiens digital.
Pengambilan gambar dilakukan menggunakan kamera telepon pintar dengan memperhatikan aspek pencahayaan dan sudut pengambilan gambar guna menghasilkan visual yang menarik.
Setelah itu, video melalui tahap penyuntingan yang meliputi pemilihan rekaman terbaik, penyesuaian warna dan pencahayaan, penambahan teks pendukung, hingga penggunaan musik latar yang sesuai dengan konsep konten.
Selama satu bulan pelaksanaan program, tim mahasiswa berhasil memproduksi lima video promosi yang digunakan sebagai media pemasaran digital usaha ikan hias tersebut.
Pemilik LestaryIndoBetta, Agus Toriq Yusuf, mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam membantu promosi produk melalui media sosial.
“Pembuatan konten di media sosial merupakan salah satu cara efektif pada era sekarang ini dalam mempromosikan produk yang ada di LestaryIndoBetta secara gratis dan dampaknya sangat signifikan dalam penjualan produk ikan hias,” ujarnya.
Menurutnya, pemasaran digital menjadi salah satu strategi yang mampu memperluas jangkauan pasar dibandingkan metode promosi konvensional. Kehadiran konten kreatif di media sosial juga membantu meningkatkan eksposur produk kepada calon konsumen yang lebih beragam.
Selain memberikan manfaat bagi pelaku usaha, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam dunia kerja nyata.
Melalui program MBKM, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung terkait strategi pemasaran digital, pengembangan konten kreatif, serta adaptasi teknologi dalam mendukung pertumbuhan usaha.
Program tersebut juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin keempat tentang pendidikan berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik, poin kedelapan mengenai pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak melalui penguatan UMKM, serta poin kesembilan yang mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam dunia usaha.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor perikanan sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di era digital.(*)
.png)