Suporter Terbelah, Cerita di Balik Lagu kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026

18 Juni 2026 02:02 18 Jun 2026 02:02

M. Rifat, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Suporter Terbelah, Cerita di Balik Lagu kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026

Bendera Iran versi pra revolusi Islam dibentangkan suporter di Stadion Los Angeles, 16 Juni 2026. (Foto: Patrick Fallon/AFP)

KETIK, JAKARTA – Lagu kebangsaan Iran disambut dengan cemoohan dari sebagian penonton di Stadion SoFi, Los Angeles dalam pertandingan perdana mereka kontra Selandia Baru di grup G Piala Dunia 2026, 16 Juni 2026.

Seperti diketahui, persiapan timnas Iran begitu bergejolak menuju Piala Dunia ini. Iran bahkan tidak diperkirakan masih bisa berpartisipasi dalam putaran final ini di tengah tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Israel  memulai kampanye pengeboman ke Iran pada Februari lalu.

Meskipun kesepakatan damai akhirnya tercapai, persiapan menjelang pertandingan tersebut justru menyoroti kompleksitas dan perbedaan pandangan yang mendalam seputar partisipasi tim dalam turnamen tersebut.

Lagu kebangsaan disambut dengan cemoohan yang cukup terdengar di dalam stadion, namun beberapa saat sebelumnya, sorak sorai dukungan yang keras juga bergema ketika cuplikan skuad Iran di terowongan ditampilkan di layar raksasa. Tim Iran juga menerima dukungan vokal begitu pertandingan dimulai.

Komunitas Iran di Los Angeles sebagian besar terdiri dari mereka yang melarikan diri dari negara itu sekitar waktu revolusi Islam tahun 1979, atau keturunan mereka, yang berarti sentimen anti-rezim republik Islam yang menguasai Iran saat ini sangat kuat di Los Angeles.

FIFA sudah melarang bendera yang menampilkan lambang 'Singa dan Matahari', bendera negara Iran versi pra-revolusi dari stadion. Namun, sejumlah besar bendera tersebut masih terlihat di dalam stadion beberapa saat sebelum pertandingan dimulai.

Para demonstran telah berjanji untuk menciptakan "neraka" menjelang pertandingan, dan sementara serangkaian nyanyian anti-rezim yang keras bergema di sekitar Stadion SoFi - mengecam para penguasa di Teheran sebagai "teroris".

Namun, banyak juga dari mereka yang hadir tetap ingin membuat perbedaan yang jelas antara tim sepak bola dan pemerintah yang diwakilinya.

"Saya mendukung budaya Persia, warisan dan sejarah kami, dan saya tidak takut untuk mengatakan bahwa saya tidak mendukung rezim Islam, dan apa yang telah mereka lakukan kepada rakyat di negara saya," ucap salah satu supporter Iran, Keyan Jafari, yang mengenakan jubah dan ikat kepala yang menampilkan 'Singa dan Matahari' kepada ESPN.

"Saya ingin mereka tahu bahwa saya masih membela mereka selama mereka adalah warga negara Iran dan mereka berdiri bersama kami," tambahnya.

Marian Rogers, yang meninggalkan Iran menuju Bedford saat masih remaja pada tahun 1977 sebelum kemudian pindah ke AS memilih bersikap lebih tenang. "Sayangnya ada beberapa perpecahan di antara warga Iran yang merasa tim ini mewakili pemerintah atau mendukung pemerintah,” ucapnya.

"Saya tidak percaya itu. Saya percaya ini hanyalah sepak bola, dan saya ingin menjauhkan politik darinya," tambahnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Timnas Iran Iran Piala Dunia Piala Dunia 2026 Hola America