KETIK, JAKARTA – Arah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai mencuat ke publik. Dalam percakapan di telepon yang berlangsung pada Selasa 19 Mei 2026 waktu setempat itu, kedua kepala negara ini berselisih paham.
Dikutip dari Times of Israel, seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa, percakapan itu soal perbedaan pandangan mengenai langkah konflik Iran yang telah terjadi selama beberapa bulan ini. Karena Trump membuka kembali jalur diplomasi yang membuat Netanyahu frustasi.
"Dia pria yang sangat baik. Dia akan melakukan apa pun yang saya ingin dia lakukan. Dan dia orang hebat. Jangan lupa dia adalah perdana menteri di masa perang," katanya.
Sebenarnya, Trump sebelumnya telah memberi tahu Netanyahu, bahwa, Washington kemungkinan akan menyerang kembali terhadap Iran pada awal pekan ini.
Bahkan operasi itu, telah disiapkan dengan nama baru, yakni Operation Sledgehammer. Akan tetapi, justru Trump dikabarkan menghentikan sementara serangan tersebut. Katanya, keputusan itu diambil atas permintaan sejumlah sekutu di Teluk.
"Kami berada di tahap akhir soal Iran. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," kata Trump dilansir CNBC Indonesia, Kamis 21 Mei 2026.
"Kami akan mendapatkan kesepakatan atau kami akan melakukan sesuatu yang sedikit buruk. Tapi mudah-mudahan itu tidak," lanjutnya.
Atas jalur diplomasi itu, membuat Perdana Menteri Israel, Netanyahu, frustasi. Karena selama ini, ia selalu mendukung agresi militer terhadap Iran.
Bahkan dikabarkan, Netanyahu terus mendorong agar aksi militer kembali dilakukan. Justru tindakan Trump memilih jalur diplomasi ini, dinilai masih memberi peluang bagi Iran.
Saat ditanya wartawan mengenai ketegangan itu, Trump menjawab tetap keputusan akhir berada di tangannya. Bahkan Presiden Amerika Serikat itu mengaku, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan melakukan apapun yang saya ingin dia lakukan.
"Dia akan lakukan apapun yang saya ingin dia lakukan," katanya. Karena diplomasi layak diberi waktu selagi itu bisa menyelamatkan nyawa. (*)
