KETIK, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengaku miris melihat adanya oknum TNI dan Polri yang diduga kerap menjadi backing bagi pejabat korup. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 pada Rabu, 20 Mei 2026.
"Biasanya, mereka-mereka (korupsi) itu ada backingnya. Backingnya itu biasanya seragamnya kalau enggak hijau ya coklat. Betul?," kata Prabowo saat rapat Paripurna ke-19 DPR.
Oleh karena itu, ia meminta agar oknum-oknum tersebut berhenti menjadi backing dalam praktik tindakan rasuah di Indonesia.
Karena sebagai mantan prajurit, ia mengungkap keprihatinannya atas tindakan tersebut. Karenanya ia meminta masyarakat agar melapor jika ada oknum prajurit melindungi praktik tindakan rasuah.
"Kalau ada kelakuan aparat yang gak beres, saya minta rakyat video langsung, jangan kau ngelawan, jangan dilawan, video aja, lapor langsung ke saya," ujarnya.
Sebab, TNI dan Polri merupakan prajurit yang bertugas memperjuangkan kepentingan rakyat. Terlebih, masyarakat Indonesia saat ini sudah semakin cerdas dan mengetahui berbagai praktik yang dilakukan oleh oknum tersebut.
"TNI dan Polri adalah tentara polisi milik rakyat. Harus berjuang untuk rakyat. Rakyat kita sudah tidak bodoh lagi. Rakyat kita sudah punya gadget semua," imbuh Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Prabowo mengingatkan para pemimpin dan pemerintah daerah tak main-main dengan korupsi. Karena setiap tindakan tersebut, akan diketahui dan terlihat. Karena saat ini zaman sudah berubah.
Ia pun menegaskan tidak akan segan memanfaatkan teknologi tersebut untuk melacak, menangkap, dan menindak pejabat yang masih nekat melakukan korupsi.
"Saya akan menggunakan teknologi yang paling canggih, teknologi pertanahan bisa mencari gudang senjata di bawah tanah. Radar sekarang bisa mencari ranjau, kita akan pakai untuk mencari bunker-bunker di sekitar kau," pungkasnya. (*)
