Dugaan Pelajar Keracunan MBG di Jombang, Politisi PDIP Desak Investigasi Tak Berhenti pada Pengobatan Saja

3 September 2026 19:40 3 Sep 2026 19:40

Syaiful Arif, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dugaan Pelajar Keracunan MBG di Jombang, Politisi PDIP Desak Investigasi Tak Berhenti pada Pengobatan Saja

Siswa SMPN 1 Kabuh, Jombang,mendapat perawatan di Puskesmas usai mengeluhkan sakit setelah diduga mengkonsumsi menu MBG, Kamis 3 September 2026. (Foto: Syaiful Arif/ketik.com)

KETIK, JOMBANG – Dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa dan guru SMP Negeri 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, mendapat sorotan DPRD setempat. Insiden tersebut dinilai tidak cukup hanya diselesaikan dengan memberikan pengobatan kepada para siswa yang mengalami keluhan.

Anggota DPRD Jombang dari Fraksi PDI Perjuangan, Ama Siswanto, meminta seluruh biaya pengobatan korban ditanggung. Di sisi lain, ia mendesak dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab munculnya keluhan kesehatan setelah siswa menyantap menu MBG.

"Biaya harus ditanggung dan investigasi," kata Ama Siswanto, Kamis 3 September 2026.

Menurut Ama, dugaan insiden tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius. Program MBG menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak sehingga aspek keamanan dan kualitas pangan tidak boleh diabaikan.

Ia menegaskan kejadian serupa tidak boleh kembali terjadi. Apalagi, dugaan insiden tersebut telah menimbulkan kekhawatiran dan trauma di kalangan orang tua siswa.

"Tidak boleh terjadi lagi karena orang tuanya trauma karena makan menu MBG," ujarnya.

Ama meminta investigasi tidak hanya berhenti pada pemeriksaan kondisi siswa. Proses penyediaan makanan juga perlu ditelusuri secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah.

Langkah tersebut penting untuk memastikan apakah keluhan yang dialami siswa benar berkaitan dengan makanan MBG atau disebabkan faktor lain. Hasil pemeriksaan laboratorium, kata dia, harus menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

Nantinya ditegaskan anggota DPRD Fraksi PDIP dari dapil 5 itu, hasil itu semestinya hanya digunakan untuk mencari pihak yang bertanggung jawab. 

Evaluasi harus menghasilkan perbaikan konkret agar standar keamanan makanan dalam program MBG benar-benar diterapkan dan kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kekhawatiran bagi siswa maupun orang tua.

Dugaan gangguan kesehatan tersebut terjadi setelah siswa SMPN 1 Kabuh menerima menu MBG pada Rabu (2/9/2026). Hingga Kamis siang, tercatat 85 siswa dan empat guru mengalami keluhan kesehatan.

Keluhan yang muncul di antaranya mual, pusing, sakit perut dan diare. Sebanyak tujuh siswa masih menjalani perawatan rawat jalan di Puskesmas Kabuh.

Sejumlah siswa juga menyoroti lauk udang saus Padang yang menjadi salah satu menu MBG. Mereka mengaku mencium aroma amis hingga merasakan lauk tersebut terasa asam.

Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium. Belum dapat dipastikan bahwa menu MBG menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.

Dokter Puskesmas Kabuh Aditya Bimantara mengatakan tujuh siswa yang masih menjalani perawatan mendapatkan infus, obat antinyeri, antimual, antimuntah serta antibiotik untuk menangani diare.

Sementara itu, Pemilik SPPG Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Sumadi, menyatakan kesediaannya menanggung biaya pengobatan para siswa.

"Yang jelas biaya pengobatannya akan kita tanggung sembari menunggu hasil laboratorium dari Dinkes Jombang, apakah penyebabnya menu MBG atau yang lainnya," kata Sumadi.

Sumadi menjelaskan proses memasak menu untuk pengiriman pertama dimulai sekitar pukul 02.00 WIB dan dilakukan dalam empat tahapan. Makanan kemudian mulai dikirim ke sekolah sekitar pukul 07.00 WIB.

Pihak SPPG juga menyatakan akan melakukan koordinasi untuk menentukan solusi setelah hasil pemeriksaan diketahui. (*)

Tombol Google News

Tags:

Keracunan MBG Smpn Kabuh Siswa Keracunan Mbg DPRD Jombang PDIP Jombang ama siswanto Fraksi PDIP