KETIK, SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan inovasi Smart Water Record untuk membantu masyarakat memantau kondisi sumber air di kawasan hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.
Program ini menghadirkan sistem pencatatan digital yang memungkinkan perubahan kondisi air dipantau dari waktu ke waktu.
Pengembangan inovasi Smart Water Record ini dipimpin langsung oleh Dr. Dyah Puspitasari Srirahayu, S.Kom., M.Hum, dari Fakultas Vokasi UNAIR, bersama Dr. Neffrety Nilamsari, S.Sos., M.Kes. dan Dr. Ir. Riky Tri Yunardi, S.T., M.T., IPM.
Dalam pengembangannya, Dyah mengatakan inovasi ini melibatkan kolaborasi lintas perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Malang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Surabaya.
"Untuk mendukung pemantauan, Smart Water Record dilengkapi alat berbasis sensor yang dapat mengukur tingkat keasaman (pH), Total Dissolved Solids (TDS), serta kekeruhan air," katanya.
Hasil pengukuran tersebut, dikatakan akan menjadi modal informasi awal bagi masyarakat untuk mengenali perubahan kondisi sumber air.
“Data yang diperoleh tidak hanya menjadi hasil pengukuran sesaat, tetapi akan disusun menjadi rekam riwayat sumber air," katanya.
"Dengan demikian, masyarakat dapat melihat perubahan kondisi air dari waktu ke waktu dan memiliki dasar informasi ketika ditemukan kondisi yang perlu ditindaklanjuti.
Libatkan Warga Sebagai Kader Air
Tidak hanya mengandalkan teknologi, program Smart Water Record juga melibatkan masyarakat sebagai kader air. Mereka akan mendapatkan pelatihan mengenai penggunaan alat pemantau, pencatatan hasil pengukuran, pengoperasian KKSA Digital, hingga prosedur pelaporan jika ditemukan perubahan kondisi sumber air.
Pelibatan warga ini diharapkan membuat pemantauan sumber air dapat dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga lingkungan di sekitarnya.
Rekam data yang terkumpul nantinya diharapkan membantu warga mengenali perubahan kondisi air lebih dini. Informasi tersebut juga dapat menjadi bahan pelaporan dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan di tingkat komunitas maupun kelurahan.
Program ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Selain itu, Smart Water Record turut berkontribusi terhadap SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Program pengabdian kepada masyarakat ini didanai Universitas Airlangga melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB). Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya UNAIR mendorong penerapan inovasi perguruan tinggi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan. (*)
