KETIK, JAKARTA – Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bergabung dalam aksi demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026. Sebanyak sekitar 500 hingga 700 orang diperkirakan mengikuti aksi tersebut.
Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, mengatakan massa aksi terdiri dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat sipil. Mereka sebelumnya telah melakukan konsolidasi dan mengonfirmasi keikutsertaan dalam demonstrasi tersebut.
“Untuk massa saya sendiri bisa dibilang sekitar 500-700 orang. Kami sendiri sudah melakukan konsolidasi kemarin dan sudah ada beberapa unsur masyarakat sipil serta mahasiswa yang memang sudah mengonfirmasi,” kata Hafidz.
Sejumlah perguruan tinggi yang mahasiswanya ikut bergabung di antaranya Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Universitas Diponegoro (Undip), UPN Veteran Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (Unair).
Hafidz menjelaskan, keterlibatan mahasiswa dari berbagai daerah diharapkan dapat memperluas suara masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Mahasiswa dari Kalimantan, misalnya, diundang untuk menyuarakan persoalan lingkungan yang mereka hadapi, termasuk dampak kabut asap.
“Kami mengundang mereka karena mereka sebenarnya perwakilan dari Kalimantan yang merasakan sesaknya napas dan sebagainya,” ujarnya.
Menariknya, para mahasiswa yang mengikuti aksi ini memilih tidak mengenakan almamater kampus. Menurut Hafidz, keputusan tersebut diambil agar gerakan lebih inklusif dan mahasiswa dapat membaur dengan masyarakat sipil.
Aksi ini digelar untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Hafidz mengajak masyarakat untuk ikut menyampaikan aspirasi dan mengawasi jalannya pemerintahan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat sipil untuk turun mengevaluasi, untuk menegur dua tahun Prabowo-Gibran, karena masih ada tiga tahun lagi yang harus kita laksanakan nanti,” katanya.
BEM UI menjadwalkan aksi berlangsung hingga pukul 18.00 WIB sesuai surat pemberitahuan kepada kepolisian. Panitia juga menyiapkan mekanisme untuk mengantisipasi provokasi dan penyusupan agar demonstrasi berjalan tertib.
Selain aksi pada 20 Oktober, BEM UI berencana menggelar aksi lanjutan pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Namun, lokasi aksi berikutnya belum diumumkan. (*)
