UB Lepas 1.300 Tukik Bersama Pemkab Trenggalek, Bantu Konservasi Penyu di Pantai Taman Kili-Kili

25 Agustus 2026 15:18 25 Agt 2026 15:18

Lutfia Indah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail UB Lepas 1.300 Tukik Bersama Pemkab Trenggalek, Bantu Konservasi Penyu di Pantai Taman Kili-Kili

UB saat melepas ribuan tukik sebagai dukungan terhadap konservasi penyu di Trenggalek. (Foto: Humas UB)

KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) menggandeng Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk melakukan konservasi penyu. Sebanyak 1.300 tukik turut dilepas di Pantai Taman Kili-Kili, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul pada 19 Agustus 2026 lalu.

Pelepasan tukik tersebut menjadi bagian dari pengembangan riset melalui pembangunan living laboratory biodiversitas pesisir di Trenggalek.

Rektor UB, Prof Widodo menjelaskan hal laboratorium hidup menjadi ruang untuk mengembangkan illmu pengetahuan untuk mendukung masyarakat melakukan pelestarian ekosistem.

​"Ke depan, kegiatan ini terus ditingkatkan melalui pembentukan Living Laboratory, khususnya yang berfokus pada keanekaragaman hayati pesisir,"ujar Prof Widodo.

Tak hanya itu, UB juga telah melakukan pendampingan terhadap masyarakat dan pemerintah setempat khususnya di Taman Kili-Kili sejak 2010. Kawasan tersebut dinilai strategis untuk melakukan riset tentang keanekaragaman hayati dengan berkelanjutan.

Perwakilan Pusat Studi Pesisir dan Kelautan FPIB UB, Zulkisam Pramudia menjelaskan sebelum dilepas, tukik-tukik telah melalui tahapan pemeriksaan fisik dan pergerakan morfologi. Melalui pendampingan tersebut, menyasar berubahnya pola pikir masyarakat dari yang semula kerap mengonsumsi telur penyu, menjadi pelindung satwa.

"Sebelum adanya pendampingan konservasi, telur dan penyu yang mendarat di kawasan tersebut masih dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk konsumsi. Tapi sekarang sudah berubah setelah ada edukasi tentang penyu yang perlu dilindungi," ujarnya.

Masyarakat pun akhirnya dilibatkan untuk melakukan konservasi dan dalam proses penyelamatan dan penetasan telur penyu. Menurutnya kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi ekowisata, sehingga menjadi sarana edukasi dan kegiatan perekonomian warga.

"​Pengembangan kawasan riset terbuka ini diharapkan terus mendapat dukungan kebijakan dan anggaran dari Pemkab Trenggalek, sehingga Taman Kili-Kili mampu menjadi pusat pembelajaran biodiversitas pesisir yang memadukan kepentingan ekologis, sains, dan kesejahteraan warga lokal," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Konservasi Penyu Pelepasan tukik UB Universitas Brawijaya Kabupaten Trenggalek Pantai Taman Kili-kili