Lewat Diseminasi Teknologi Tepat Guna, Tim UB Tingkatkan Produktivitas UMKM Jamu Sari Alam

22 Agustus 2026 16:30 22 Agt 2026 16:30

Lutfia Indah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Lewat Diseminasi Teknologi Tepat Guna, Tim UB Tingkatkan Produktivitas UMKM Jamu Sari Alam

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UB memberikan diseminasi teknologi tepat guna kepada UMKM Jamu Sari Alam. (Foto: Humas FTAB UB)

KETIK, MALANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Brawijaya (UB) memberikan diseminasi teknologi tepat guna kepada UMKM Jamu Sari Alam. Melalui diseminasi tersebut produktivitas UMKM terus dipacu. 

Ketua Tim PKM UB, Dr. Retno Damayanti menjelaskan UMKM tersebut berada di Dusun Argomulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Penerapan teknologi tepat guna, pelatihan operasional peralatan, hingga praktik mengolah dan diversifikasi produk herbal menjadi titik fokus pelatihan yang telah terlaksana pada 13-15 Agustus 2026.

"Sebelum program dilaksanakan, kapasitas produksi UMKM berada pada kisaran 30 liter per hari, dengan produk minuman herbal dikemas dalam cup plastik berukuran 120 mililiter dan botol 600 mililiter. Proses produksi masih menghadapi keterbatasan peralatan, sehingga tahapan penghancuran bahan, pemasakan, dan pengemasan membutuhkan waktu relatif lama," ujarnya, Sabtu 22 Agustus 2026.

Bahkan UMKM tersebut juga belum memiliki SOP tertulis. Termasuk sistem pengendalian mutu terstruktur hingga pencatatan produksi dan keuangan sistematis. 

"Pada aspek pemasaran, produk lebih banyak dipasarkan secara langsung kepada konsumen lokal dan melalui grup WhatsApp sehingga jangkauan pasar masih terbatas," katanya. 

Mengatasi persoalan yang ada, teknologi tepat guna yang diberikan ialah mesin chopper berapasitas tabung 16 liter dan daya motor 0,5 HP, cup sealer, dan kompor. Mesin choper tersebut dapat mempercepat pencacahan bahan baku empon-empon dan ukuran yang dihasilkan pun lebih seragam. 

"Cup sealer digunakan untuk mendukung pengemasan produk agar lebih cepat, rapat, higienis, dan rapi. Sedangkan kompor menunjang proses pemasakan jamu dan produk herbal secara lebih efektif," ungkapnya. 

Melalui program tersebut diharapkan kapasitas produksi dapat meningkat setidaknya 50 persen dari kondisi awal. Begitu pula dengan pengurangan waktu produksi hingga 30 persen. 

"Program juga diarahkan untuk menghasilkan SOP dan pencatatan usaha yang dapat diterapkan secara rutin, minimal dua produk diversifikasi baru, serta penguatan pemasaran digital yang diharapkan mampu mendorong peningkatan penjualan minimal 30 persen," jelasnya. 

Tim PKM UB yang diketuai Dr. Retno Damayanti tersebut beranggotakan dosen Dr. Dwi Setiawan, dan Dr. Elya Mufidah. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa, yakni Dinda Aulia Ritonga, Rismawatul Pudiah, Aqila Syifa Aprilia, Kayla Syahla Az Zahra, Muhammad Rif'at, Nadilla As Zhafirah, Owen Fahsya Zhafier, dan Dzulfiqar Andika.(*)

Tombol Google News

Tags:

UB Universitas Brawijaya Pkm Ub