KETIK, MALANG – S3 Hukum Keluarga Islam (HKI) memberikan sosialisasi terkait upaya penekanan angka perkawinan anak dan stunting kepada masyarakat Desa Pandesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Wudunya yang dilakukan melalui program Desa Peduli Remaja dan Masyarakat: Penguatan dan Pencegahan Perkawinan Anak dan Stunting pada Kamis, 15 Oktober 2026 di Balai Desa setempat.
Sosialisasi ini secara khusus merujuk pada remaja dan ibu-ibu untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya mencegah perkawinan anak sekaligus meningkatkan kesadaran pemenuhan gizi dan kesehatan anak.
Dr. Prayudi Rahmatullah, M.HI., sedang menjelaskan materi tentang regulasi perkawinan di Indonesia dengan mengusung pesan "Nikah Itu Bukan Balapan". (Foto: Dok. Pribadi)
Kegiatan ini digelar oleh Program Studi HKI jenjang S3 UIN Malang sebagai bagian dari program Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
Sosialisasi ini merupakan upaya dari perguruan tinggi untuk menghadirkan pengetahuan akademik kepada masyarakat secara lebih dekat.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa, Nanik Rahayu Ningtuas, S.AP., M.AP. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Musataklima, M.SI., sebagai Sekretaris Program Studi S3 HKI UIN Malang.
Penyampaian materi diberikan langsung oleh tiga narasumber yang membahas terkait kesehatan anak, regulasi perkawinan, serta pencegahan perkawinan anak.
Materi pertama disampaikan oleh Zana Eka Mayangsari, S.Tr.,Gz., dari Puskesmas dengan memaparkan materi terkait stunting dan pemenuhan gizi anak.
Pemateri menyampaikan pentingnya perhatian keluarga terhadap kebutuhan gizi sejak dini dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Selain terkait kesehatan, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai aspek hukum serta kesiapan membangun rumah tangga.
Sementara itu, Dr. Prayudi Rahmatullah, M.HI., membawakan materi tentang regulasi perkawinan di Indonesia dengan mengusung pesan "Nikah Itu Bukan Balapan".
Ia ingin mengingatkan kepada masyarakat bahwa perkawinan bukan ajang perlombaan yang sekadar persoalan cepat atau lambat membangun rumah tangga, tetapi ada kesiapan, tanggung jawab, serta, ketentuan hukum yang wajib dipahami sebelum memutuskan untuk menikah.
Dengan materi ini, ia menekankan bahwa membentuk rumah tangga perlu pertimbangan yang matang, tidak boleh hanya dorongan sesaat ataupun tekanan lingkungan sekitar.
"Remaja diberikan pemahaman bahwa membangun rumah tangga membutuhkan pertimbangan matang. Keputusan menikah idealnya tidak didasarkan oleh tekanan lingkungan ataupun dorongan sesaat, tetapi pada kesiapan menjalani tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga," ujar Prayudi Rahmatullah.
Dr. Mahbub Ainur Rofiq, M.HI., menjelaskan materi khusus mengenai pencegahan perkawinan anak. Keterlibatan keluarga dan masyarakat untuk mendampingi remaja sangat penting. Ini juga akan menciptakan lingkungan yang mendukung di masa depan.
Dalam penyampaiannya, edukasi pencegahan perkawinan anak dinilai penting untuk disampaikan kepada remaja terkait hak, tanggung jawab, dan masa depan. Ia menegaskan bahwa keluarganya diharapkan bisa menjadi ruang informasi yang tepat untuk anak.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Program Studi S3 HKI UIN Malang terus berupaya untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan edukasi yang relevan dengan persoalan sosial di tingkat desa.
Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi pendekatan kepada masyarakat untuk memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan anak, kesehatan keluarga, dan kesiapan perkawinan.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata kepada Kepala Desa Nanik Rahayu Ningtyas dan beberapa pemateri sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, serta sesi foto bersama semua peserta dan narasumber.
Melalui kegiatan Desa Peduli Remaja dan Masyarakat, kesadaean kolektif remaja diharapkan bisa tumbuh dan membangun lingkungan desa yang peduli terhadap masa depan remaja, pemenuhan gizi anak, serta penguatan ketahanan keluarga.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang lebih sehat, terlindungi, dan memiliki masa depan yang baik.(*)
