KETIK, JAKARTA – Hubungan kerja sama Indonesia dan Rusia terus didorong agar menghasilkan program yang lebih konkret, khususnya di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin saat menerima kunjungan Wakil Ketua Pertama Komite Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Kebudayaan Dewan Federasi Rusia, Ilyas Magomed-Salamovich Umakhanov di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 20 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas kunjungan Ketua DPD RI bersama delegasi ke Rusia pada April lalu yang menghasilkan penandatanganan memorandum kerja sama antara Indonesia dan Federasi Rusia.
Wakil Ketua Pertama Komite Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Kebudayaan Dewan Federasi Rusia, Ilyas Magomed-Salamovich Umakhanov.berpidato di Sidang Paripirna DPD, Kamis 20 Agustus 2026 (Foto: Humas DPD RI)
Sultan mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membahas sejumlah program yang dapat segera ditindaklanjuti, termasuk rencana kunjungan balasan serta penguatan kerja sama di berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama.
“Kami akan memfasilitasi kerja sama yang sudah disepakati dengan komite-komite terkait, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan. Rusia juga menjadi salah satu negara yang diminati anak-anak muda Indonesia untuk menuntut ilmu. Jadi, kerja sama pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan perlu terus kita dorong,” ujar Sultan.
Menurut Sultan, penguatan kerja sama pendidikan tidak hanya penting dalam membuka akses generasi muda Indonesia terhadap pendidikan di Rusia, tetapi juga dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman antarkedua negara.
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin saat menerima kunjungan Wakil Ketua Pertama Komite Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Kebudayaan Dewan Federasi Rusia, Ilyas Magomed-Salamovich Umakhanov di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 20 Agustus 2026 (Foto: Huimas DPD RI)
Senator Federasi Rusia Ilyas Umakhanov menyambut baik pertemuan tersebut. Ia menyebut kunjungannya merupakan tindak lanjut dari kunjungan Ketua DPD RI ke Rusia yang dinilainya berlangsung sukses dan produktif.
“Kunjungan hari ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan yang sangat sukses dan produktif dari Bapak Ketua beserta delegasi ke Rusia pada April lalu. Dalam kunjungan tersebut, kami telah menandatangani memorandum yang mencakup berbagai bidang kerja sama antara Rusia dan Indonesia,” ujar Ilyas.
Selain pendidikan dan kebudayaan, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mengatakan kerja sama kedua negara berpeluang dikembangkan di sejumlah sektor strategis, seperti perkeretaapian, teknologi nuklir, dan teknologi penerbangan.
“Beberapa bidang yang bisa kita spesifikkan antara lain perkeretaapian, nuklir, dan teknologi penerbangan. Secara keseluruhan, kerja sama ini sudah pernah ditawarkan dan tinggal kita lihat bagaimana bentuk tindak lanjutnya,” ujar Tamsil.
Sultan menambahkan, DPD RI juga siap mendorong keterlibatan daerah dalam pengembangan kerja sama Indonesia-Rusia.
Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka dengan telah terjalinnya kerja sama sister city antara sejumlah kota di Indonesia dan Rusia.
“Kami juga akan mengusulkan daerah-daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam kerja sama dengan Rusia. DPD RI akan terus mendukung dan memperkuat kerja sama ini, tidak hanya dalam pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga di berbagai bidang yang dapat memberikan manfaat bagi daerah,” katanya.
Pidato di Sidang Paripurna DPD RI
Sementara itu, usai melakukan pertemuan,, Ketua DPD RI RI Sultan Bakhtiar Najamudin kemudian mengajak delegasi parlemen Federasi Rusia menghadiri Sidang Paripurna DPD RI. Sultan memimpin Sidang Paripurna Ke-2 Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 20 Agustus 2026.
Ia lantas mempersiilahkan, Wakil Ketua Pertama Komite Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Kebudayaan Dewan Federasi Rusia, Ilyas Magomed-Salamovich Umakhanov berpidatio di Sidang Paripurna DPD RI.
Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama Indonesia-Rusia, khususnya melalui diplomasi parlemen.
“Kehadiran Yang Mulia merupakan kehormatan bagi kami sekaligus momentum untuk memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia melalui diplomasi parlemen,” tegas Sultan.
Ilyas Umakhanov menekankan pentingnya memastikan berbagai capaian kerja sama Indonesia-Rusia dapat diterjemahkan ke dalam program yang nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
“Yang penting adalah bagaimana statistik yang sangat mengesankan ini dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata dan inisiatif konkret demi keuntungan rakyat kedua negara,” ujarnya.
Sultan mengatakan, DPD RI terus memperkuat diplomasi parlemen dengan Federasi Rusia melalui kerja sama konkret di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
Salah satu tindak lanjut kerja sama tersebut adalah pemberian kesempatan beasiswa bagi pelajar Indonesia berprestasi untuk menempuh pendidikan di Moskow, Rusia.
Sultan menjelaskan, peluang beasiswa tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama Indonesia dan Rusia yang telah dibahas dalam pertemuan antarparlemen.
Ia meminta 152 anggota DPD RI turut menjaring putra-putri terbaik dari daerah masing-masing untuk mendapatkan kesempatan pendidikan di Rusia.
“Kami sudah melaksanakan courtesy call sebagai tindak lanjut dari MoU. Pelajar Indonesia diberikan kesempatan beasiswa. Oleh karena itu, saya minta 152 anggota DPD RI bisa menjaring putra-putri terbaiknya untuk mendapatkan beasiswa sekolah di Moskow,” jelas Sultan.
Menurut Sultan, kerja sama pendidikan menjadi salah satu bentuk diplomasi yang memberikan manfaat langsung bagi generasi muda Indonesia sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Kerja sama tersebut tidak terlepas dari pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) Peningkatan Hubungan Kerja Sama Parlemen antara DPD RI dan Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia.
MoU tersebut ditandatangani Sultan Baktiar Najamudin bersama Ketua Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia Valentina Ivanovna Matvienko pada 28 April 2026 sebagai pembaruan atas MoU tahun 2014.
Nota kesepahaman tersebut mencakup peningkatan dialog dan koordinasi bilateral maupun multilateral, pertukaran delegasi, pembentukan mekanisme kerja sama antarparlemen, serta sinergi dalam isu perdamaian, stabilitas, dan pembangunan global.
“Setelah lebih dari 76 tahun hubungan diplomatik, Indonesia dan Rusia memasuki fase baru menuju kemitraan strategis yang lebih erat,” ujar Sultan.
Ia menegaskan, kedua negara memiliki kesamaan visi dalam mendorong perdamaian, keadilan, tatanan dunia yang lebih multipolar, serta penyelesaian konflik secara damai, termasuk dalam merespons persoalan Palestina.
Sultan menambahkan, sebagai lembaga perwakilan daerah, DPD RI berkepentingan memastikan kerja sama internasional tidak berhenti pada hubungan antarlembaga, tetapi mampu memberikan manfaat konkret bagi masyarakat di daerah. Karena itu, kerja sama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan pembangunan perlu terus dikembangkan.
“Kami berharap kunjungan ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara serta membuka ruang kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan,” pungkasnya.
Sultan menegaskan, penguatan hubungan Indonesia-Rusia perlu diarahkan pada kerja sama yang memberikan manfaat konkret, baik bagi masyarakat maupun daerah.
DPD RI akan terus mengambil peran dalam menjembatani kepentingan daerah dengan peluang kerja sama internasional yang dapat mendukung pembangunan nasional. (*)
.png)