KETIK, LEBAK – Kehadiran Keraton UMKM Lebak RUHAY menjadi angin segar bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM) di Kabupaten Lebak, Banten. Salah seorang pedagang, Ibu I’i, mengaku terbantu dengan adanya tempat khusus bagi pelaku UMKM untuk berjualan.
Ibu I’i merupakan salah satu pedagang yang ikut berjualan di Keraton UMKM Lebak RUHAY. Beragam makanan dan minuman ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari bubur sapar, es pisang ijo, baso tahu hingga sate maranggi.
“Dengan adanya tempat khusus UMKM ini tentunya sangat terbantu. Bisa berjualan setiap hari. Sebelumnya saya jualan di Kampung Baru 1, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak,” kata Ibu I’i saat ditemui wartawan dalam peresmian Keraton UMKM Lebak RUHAY, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, tersedianya tempat berjualan yang terpusat memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk lebih mudah menjalankan usaha sekaligus menjangkau konsumen.
Dalam aktivitasnya, Ibu I’i menjajakan sejumlah menu makanan dengan harga yang relatif terjangkau. Di antaranya bubur Sapar, es pisang ijo, baso tahu sekitar Rp10 ribu per kotak, serta sate maranggi daging sapi seharga Rp35 ribu untuk 10 tusuk.
Ia juga menyambut baik kebijakan penyediaan tempat berjualan secara gratis pada tahap awal.
Menurutnya, fasilitas tersebut dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha, terutama bagi pedagang kecil yang masih mempertimbangkan kemampuan membayar biaya tempat.
“Kalau pemerintah bisa mengadakan yang gratis, ya mantap. Kalau berbayar, belum tentu ramai. Alhamdulillah kalau ramai, kita juga siap berbayar, tapi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita,” ujarnya.
Ibu I’i berharap keberadaan Keraton UMKM Lebak RUHAY dapat terus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
Ia menilai dukungan berupa tempat berjualan sangat berarti bagi UMKM, terlebih jika diberikan secara gratis atau dengan biaya yang disesuaikan dengan kondisi pedagang.
“Pelaku UMKM itu dikasih tempat saja sudah alhamdulillah, terutama kalau gratis. Kalaupun berbayar, sesuai kemampuan lah. Lihat keadaan, kalau misalnya ramai kita bisa kasih lebih, tapi kalau dalam keadaan sepi ya menyesuaikan,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, fasilitas tempat berjualan tersebut untuk sementara masih diberikan secara gratis selama beberapa bulan ke depan.
“Kalau nggak salah, untuk pertama ini sampai kurang lebih tiga bulan ke depan masih gratis,” ucapnya.
Bagi Ibu I’i, keberadaan pusat UMKM seperti Keraton UMKM Lebak RUHAY bukan hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga menjadi peluang bagi pedagang untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat terus dipertahankan dan semakin ramai dikunjungi masyarakat sehingga memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Lebak.
“Harapannya ya seperti itu. Semoga ramai dan UMKM bisa semakin terbantu,” pungkasnya.(*)
.png)