KETIK, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengajak seluruh pengurus dan relawan PAN di Kabupaten Gresik untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.
Menurut Viva Yoga, kekuatan sebuah partai politik salah satunya diukur dari jumlah kursi yang berhasil diraih di parlemen.
Karena itu, struktur partai hingga tingkat bawah dan jaringan relawan harus mulai memperkuat kerja politik untuk meningkatkan perolehan suara dan kursi PAN.
Ajakan tersebut disampaikan Viva Yoga saat menghadiri Rapat Kerja Daerah I dan Pelantikan Pengurus serta Relawan PAN Gresik di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, belum lama ini.
Ia meminta para pengurus dan relawan yang berasal dari berbagai desa dan kecamatan bekerja keras untuk menambah perolehan suara PAN pada Pemilu 2029.
“Struktur organisasi dan kekuatan relawan harus bekerja keras. Tanpa struktur dari tingkat cabang dan ranting serta relawan yang bergerak, pasti suara partai tidak akan maksimal,” kata Viva Yoga dalam keterangannya, dikutip Kamis, 20 Agustus 2026.
PAN sebelumnya memperoleh 10.984.003 suara sah nasional atau sekitar 7,24 persen dari total suara sah pada Pemilu 2024.
Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU), PAN memperoleh 48 kursi di DPR RI atau sekitar 8,28 persen dari total 580 kursi parlemen.
Dengan modal tersebut, Viva Yoga meminta seluruh pengurus dan relawan PAN Gresik bertekad meningkatkan perolehan suara dan jumlah kursi pada pemilu berikutnya.
Ia mengingatkan bahwa PAN harus terus menunjukkan keberpihakannya kepada kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
“Saya yakin Saudaraku di Gresik tetap semangat dan memikirkan perjuangan,” tegasnya.
Sebagai partai pendukung pemerintah, menurut Viva Yoga, PAN melalui kader-kadernya yang berada di lembaga eksekutif memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan dan merealisasikan program pembangunan yang sejalan dengan visi Asta Cita.
PAN, kata dia, menginginkan pemerintahan yang kuat. Namun, kekuatan pemerintahan juga perlu diimbangi dengan pengawalan serta sikap kritis dari DPR dalam menyoroti berbagai kebijakan.
Selain menyoroti persiapan menghadapi Pemilu 2029, Viva Yoga juga menyampaikan sikap PAN terkait sistem pemilu. Ia menegaskan PAN tetap memperjuangkan sistem proporsional terbuka berdasarkan suara terbanyak.
Menurutnya, sistem tersebut mendorong setiap calon anggota legislatif untuk bekerja lebih serius dalam mendapatkan dukungan masyarakat.
“PAN tetap memperjuangkan sistem proporsional terbuka berdasarkan suara terbanyak,” jelasnya.
Terkait ambang batas parlemen atau parliamentary threshold, Viva Yoga menilai perlu dilakukan revisi menyusul adanya putusan Mahkamah Konstitusi mengenai ketentuan tersebut.
Saat ini, ambang batas parlemen ditetapkan sebesar 4 persen. Menurut Viva Yoga, aturan baru yang nantinya disepakati harus mengakomodasi kepentingan banyak pihak.
Ia mengingatkan, semakin tinggi ambang batas parlemen, semakin besar pula potensi suara sah masyarakat yang tidak dapat dikonversi menjadi kursi.
Pada Pemilu 2024, kata dia, terdapat sekitar 16 juta suara sah yang tidak dapat dikonversi menjadi kursi di DPR RI.
“Semakin tinggi suara sah tidak bisa dijadikan kursi maka pemilu menjadi disproporsionalitas sehingga nilai keterwakilannya semakin rendah,” tutur Viva Yoga.(*)
.png)