Suami Siti Badriah Jalani Vasektomi, Apa Itu dan Bagaimana Prosedurnya?

18 September 2026 14:58 18 Sep 2026 14:58

Fisca Tanjung

Editor
Thumbnail Suami Siti Badriah Jalani Vasektomi, Apa Itu dan Bagaimana Prosedurnya?

Ilustrasi Vasektomi. (Foto: Pinterest)

KETIK, JAKARTA – Krisjiana Baharudin, suami penyanyi Siti Badriah, baru saja menjalani vasektomi setelah keduanya sepakat untuk tidak menambah momongan. Keputusan tersebut disampaikan Krisjiana melalui media sosial pada Kamis, 17 September 2026.

Krisjiana mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melihat perjuangan Siti Badriah selama dua kali menjalani kehamilan hingga mengasuh anak. Lantas, apa sebenarnya vasektomi dan bagaimana prosedurnya?

Dilansir dari Alodokter, Vasektomi merupakan metode kontrasepsi pada pria yang dilakukan dengan memutus atau menyumbat saluran sperma atau vas deferens. Saluran tersebut berfungsi membawa sperma dari testis. Setelah vasektomi, air mani tetap dapat keluar saat ejakulasi, tetapi tidak mengandung sperma sehingga kehamilan dapat dicegah.

Vasektomi termasuk prosedur bedah kecil yang umumnya dilakukan dengan bius lokal pada area skrotum. Tindakan ini biasanya berlangsung sekitar 10–30 menit dan pasien dapat pulang pada hari yang sama.

Dalam pelaksanaannya, vasektomi dapat dilakukan dengan teknik konvensional maupun tanpa pisau bedah atau no-scalpel vasectomy. Pada teknik konvensional, dokter membuat satu atau dua sayatan kecil pada skrotum untuk mengambil dan memotong saluran sperma. Sementara pada teknik tanpa pisau bedah, dokter membuat lubang kecil pada kulit untuk mengakses saluran tersebut.

Vasektomi dikenal sebagai salah satu metode kontrasepsi paling efektif dengan tingkat keberhasilan lebih dari 99 persen. Meski demikian, efeknya tidak langsung berlaku setelah prosedur dilakukan. Pria yang baru menjalani vasektomi tetap perlu menggunakan kontrasepsi tambahan hingga pemeriksaan air mani memastikan sudah tidak terdapat sperma.

Pemeriksaan tersebut umumnya dilakukan sekitar 8–12 minggu setelah vasektomi atau setelah 15–20 kali ejakulasi. Hal ini penting karena dalam beberapa waktu setelah prosedur masih dapat terdapat sperma yang tersisa di saluran reproduksi.

Setelah vasektomi, pasien dapat mengalami nyeri ringan, pembengkakan atau memar pada skrotum selama beberapa hari. Kompres dingin, istirahat, menjaga kebersihan area operasi, serta menghindari aktivitas berat dapat membantu proses pemulihan.

Meski efektif mencegah kehamilan, vasektomi tidak melindungi dari infeksi menular seksual. Karena itu, penggunaan kondom tetap diperlukan untuk hubungan seksual yang berisiko.

Vasektomi juga bersifat permanen dan tidak selalu dapat dikembalikan seperti semula. Oleh sebab itu, metode ini umumnya menjadi pilihan bagi pria yang sudah yakin tidak ingin memiliki anak lagi dan telah mempertimbangkan keputusan tersebut bersama pasangan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Vasektomi Siti Badriah Krisjiana Baharudin Saluran Sperma Vas Deferens