KETIK, JAWA TIMUR – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Karangkates Malang mencatat sebanyak 146 kali gempa bumi menguncang wilayah Jawa Timur dan sekitarnya sepanjang pekan lalu, tepatnya pada periode 11 hingga 17 September 2026.
Kepala Stasiun BMKG Geofisika Kelas III Karangkates, Ricko Kardoso, menyampaikan bahwa, dari ratusan gempa bumi tersebut, masing-masing memiliki kekuatan gempa yang bervariasi.
"Ada gempa bumi yang sangat kecil hingga lumayan terasa," kata Ricko dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 18 September 2026.
Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 4.97 dan magnitudo terkecil yaitu M 1.19. Pada periode ini pula, terdapat 111 kejadian gempa bumi dangkal, 35 kejadian gempa bumi menengah dan 0 kejadian gempa bumi dalam.
"Kejadian gempa bumi terbanyak terekam
pada tanggal 14 September 2026 dengan jumlah 27 kejadian gempabumi, sedangkan kejadian gempabumi paling sedikit terekam pada tanggal 11 September 2026 dengan jumlah 14 kejadian," jelasnya.
Ricko menjelaskan bahwa, serangkaian gempa bumi di Jawa Timur ini dipicu oleh dua faktor utama, yaitu aktivitas zona subduksi tempat bertemunya Lempeng Tektonik Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia, serta pergerakan patahan lokal (sesar) yang ada di wilayah darat maupun perairan sekitar Jatim.
Meskipun sebagian besar gempa yang terjadi berkekuatan kecil dan berada di kedalaman dangkal, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang serta selalu memantau informasi resmi dari BMKG terkait bahaya gempa bumi. (*)
